Dampak Sosial Ekonomi Kota Bogor Akibat Pandemi Covid 19
Mediabogor.co, BOGOR- Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Bogor mencatat kasus positif Corona di Kota Bogor pada Tahun 2020 meningkat. Akibatnya Kota Bogor pun berstatus zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19.
Ketua Riset LPDP Abubakar Iskandar mengatakan, jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat menjadi 77.976 orang (2,6%) pada tahun 2021 akibat dari Covid-19 yang terjadi tahun 2020 lalu.
“Covid 19 cukup membuat masyarakat menurun tingkat pendapatan. Program peningkatan kesejahteraan harus dilakukan pada krisis Covid-19 untuk mencegah terjadinya penurunan kesejahteraan yang lebih buruk (safety net program),” kata Abubakar, kepada wartawan, Jumat 24/6/2022).
“Prioritas program peningkatan kesejahteraan adalah (1) pendidikan, dan (2) ekonomi,” lanjutnya.
Menurut Abubakar, ada beberapa prioritas program jaring pengaman sosial yang perlu di perhatikan.
Pertama peningkatan ketahanan pangan (food security), kedua penciptaan lapangan kerja produktif (employment creation), ketiga pengembangan usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises), dan ke empat perlindungan sosial masyarakat dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan (social protection).
Oleh karena itu, kata dia transformasi pendidikan dengan budaya-budaya baru di masa covid-19 akan memaksakan perubahan-perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan.
Di sisi lain kata dia, keberfungsian budaya baru itu sebagai akibat dari program-program yang diwajibkan oleh pemerintah yang bermisi ke kebutuhan dan tuntutan dunia kesehatan. Hal ini lanjut dia bertujuan untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19.
“Aspek ekonomi, perbincangan tentang kehidupan ekonomi masyarakat di masa covid-19 pada ujung-ujungnya selalu terkesan pembicaraan yang mengarah ke tema tentang kehidupan ekonominya golongan yang powerless akibat covid-19,” jelasnya.
“Mereka stagnan dalam bekerja bahkan kesulitan mendapatkan pekerjaan karena setelah mereka di PHK akibat pandemi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Data, Informasi, dan Peningkatan Kualitas Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Andi Aslamiah Achmad menjelaskan, perlu adanya pelatihan dalam pemasaran produk, seperti memberikan susu dan hand sanitizer dari perusahaan.
“Adanya Polink Gaul (Pojok Konseling Keluarga Unggul) merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh orangtua dan anak sebagai pusat pelayanan terpadu dan sarana konseling mengenai permasalahan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak serta keluarga di Kota Bogor,” tandasnya. (Andi)
Berikan Komentar