
Dalam Waktu Dekat, GR2B Ganti Kepemimpinan
Mediabogor.Bogor– Dalam waktu dekat ini, Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) akan melaksanakan serah terima kepemimpinan.
Ketua panitia serah terima Dede Royani mengatakan, regenerasi di GR2B akan segera diganti. Ketua umum GR2B saat ini, yakni Harry Ara sudah dua periode memimpin serta melayani di GR2B.
“Jadi, saatnya regenerasi kepada yang muda-muda untuk berkiprah. Kami berharap semangat muda yang kami miliki dapat menjadi semangat baru untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinam di GR2B,” ungkap dia. pada mediabogor.com.
Dede menjelaskan, serah terima akan dilaksanakan berbarengan dengan program kampanye makan ikan laut (Tuna)dan pembagian ratusan ikan Tuna beku kepada yang berhak. Kegiatan itu sendiri dipusatkan di wilayah Kelurahan Cibogor.
Terpisah, Harry Ara yang akan menyelesaikan masa kepemimpinannya menyebutkan, bahwa sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga terdapat batasan 2 periode masing masing 5 tahun. Oleh karena itu GR2B telah mempersipkan kepemimpinan berikutnya. “Sebelumnya pada periode pertama GR2B dimpin oleh dirinya. Sekeretaris Jenderal yakni Agung yang juga mantan ketua Front Aksi Mahasiswa (FAM-IPB). Pada periode kedua Sekretaris Jenderal ditempati oleh Abdul Mukti. Sementara GR2B juga selama 2 periode memiliki para senior yang setia membimbing yakni Kemal Salim sebagai ketua dewan pembina dan Iwan Kusmawan sebagai ketua dewan penasihat,” ungkapnya.
Tongkat estafet untuk periode 2016-2021 sudah ditetapkan oleh dua putra terbaik bangsa. Tampuk Ketua Umum akan diduduki Mulia Slamet dan Sekretaris Jenderal diduduki oleh Dede Royani.” Saya sebagai mantan Ketua Umum akan tetap konsisten untuk mendukung kepengurusan berikutnya dan saya selalu ingin memastikan, bahwa GR2B jangan dibawa bawa untuk kepentingan politik praktis. Histori GR2B yang dibesarkan oleh rakyat Bogor jangan direduksi,apalagi kota dan kabupaten akan melaksamakan pemilihan umum kepala daerah pada Tahun 2018. Tapi saya yakin Mulia dan Dede memiliki leadership yang baik dan berintegritas. Isu pendidikan, kesehatan, pemberantasan korupsi, kerukunan umat beragama, lingkungan hidup, energi sumeberdaya mineral, kemiskinan, penataan PKL, narkoba dan isu perlindungan anak menjadi hal sentral dalam perjuangan GR2B,” paparnya.
Ditambahkan Harry, tentu perlu perjuangan bersama untuk mewujudkan penuntasan advokasi kebijakan publik dari berbagai isu yang ada.” Dengan kebersamaan rakyat Bogor dari semua lapisan, saya optimis dan yakin usaha sampai untuk kesejahteraan rakyat Bogor,” tutupnya.(ut).
Berikan Komentar