Cimahpar Tancap Gas 2026: Fokus Atasi Banjir dan Longsor, Dorong Kesehatan hingga Wisata Lokal

Mediabogor.co, BOGOR – Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, bergerak cepat merealisasikan sejumlah program prioritas pada tahun 2026. Penanganan banjir lintasan dan tanah longsor menjadi fokus utama, di samping peningkatan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat.

Lurah Cimahpar, Arief Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun solusi jangka panjang guna meminimalisir dampak bencana yang kerap terjadi di beberapa titik wilayah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik seperti Tembok Penahan Tanah (TPT) dan perbaikan drainase menjadi kebutuhan mendesak yang telah diusulkan kepada pemerintah daerah.

“Fokus kami di tahun 2026 ini adalah penanganan banjir lintasan dan longsor. Selain itu, kami juga melakukan penataan batas wilayah antara kabupaten dan kota di sisi utara Cimahpar yang berbatasan dengan Desa Sukaraja,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Di sektor kesehatan, Cimahpar mencatat perkembangan positif dalam penanganan stunting. Data terbaru menunjukkan penurunan jumlah anak penderita stunting dari 35 menjadi 34 anak.

Sementara itu, jumlah Keluarga Rawan Stunting (KRS) juga relatif rendah, yakni di bawah 10 orang.

Untuk mencapai target zero stunting, berbagai program terus digencarkan, salah satunya melalui program “Penting Lur” (Peduli Stunting Lurah) yang dijalankan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Kami bekerja sama dengan KWT untuk penyediaan sayuran bergizi bagi masyarakat. Selain itu, kami juga menggandeng CSR untuk menyalurkan bantuan makanan tambahan seperti telur bagi anak-anak yang membutuhkan,” jelas Arief.

Dalam hal jaminan kesehatan, pihak kelurahan telah merampungkan validasi data BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) tahap pertama. Sebanyak 1.743 data warga berhasil diaktifkan kembali setelah melalui proses sinkronisasi dan perbaikan desil agar bantuan lebih tepat sasaran.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan kesehatan, Cimahpar juga mulai mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor wisata kuliner. Kampung Ketupat di RW 04, Kampung Bojong, menjadi salah satu unggulan yang mulai dilirik.
Ke depan, melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pihak kelurahan juga tengah mengkaji potensi wisata air “Ngalunban” di sepanjang Sungai Cimahpar.

“Kami masih melakukan analisis mendalam terkait kelayakan dan faktor keselamatan. Jangan sampai saat dilaksanakan justru membahayakan pengunjung. Untuk kontribusi terhadap PAD masih dalam tahap kajian,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar