Cibadak Dorong Ekonomi Warga dari Kampung Berisik hingga Budidaya Ikan Hias
Mediahogor.co. BOGOR – Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, tidak hanya mengandalkan program pemerintahan dalam mendorong pembangunan wilayah. Beragam potensi ekonomi masyarakat dari tingkat RW terus dikembangkan, mulai dari usaha rumahan, budidaya ikan hias, hingga pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Lurah Cibadak, Herry Chaerudin, mengatakan karakter ekonomi masyarakat di wilayahnya cukup beragam. Aktivitas usaha bahkan tersebar di hampir seluruh wilayah, dari RW 01 hingga RW 15.
“Potensi UMKM di Cibadak ini cukup banyak dan spesifik. Masing-masing wilayah punya karakter usaha sendiri,” kata Herry, Senin (10/8).
Salah satu potensi yang menarik berada di RW 08, RW 09 dan RW 10. Di kawasan tersebut terdapat warga yang mengembangkan budidaya ikan hias yang bahkan telah menyasar pasar ekspor.
Selain itu, terdapat pula budidaya jangkrik, kerajinan serok, kelompok tani, hingga Food Center hidroponik dan produksi keripik berbahan sayuran organik di RW 15.
Keunikan lain terdapat di RW 12 yang dikenal warga dengan sebutan “Kampung Berisik” atau “Kampung Ganteng”. Sebutan itu muncul lantaran kawasan tersebut menjadi sentra industri rumahan pembuatan wajan dan panci.
Aktivitas produksi yang menggunakan berbagai peralatan menghasilkan suara dentangan yang cukup khas. Selain pengrajin peralatan dapur, warga di kawasan tersebut juga banyak menjalankan usaha pembuatan kerupuk kulit secara rumahan.
Meski memiliki banyak potensi, kondisi perekonomian saat ini turut memberikan tekanan terhadap sejumlah pelaku usaha. Salah satunya dialami pengrajin ayam ungkep di RW 03 yang menghadapi persaingan harga cukup ketat.
Herry menyebut produk ayam ungkep yang dijual sekitar Rp8.000 harus bersaing dengan makanan siap santap lainnya yang memiliki harga relatif murah.
“Ekonomi sekarang memang sedang tidak baik-baik saja. Setelah berdiskusi dengan pengrajin, salah satu persoalannya adalah daya saing harga. Ini yang membutuhkan intervensi,” ujarnya.
Di sektor lingkungan, Kelurahan Cibadak juga berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini terdapat fasilitas TPS3R Cibadak serta Bank Sampah Orchid di RW 15 yang mulai diinisiasi sejak 2025.
Kelurahan juga mendapat dukungan satu unit armada motor sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk membantu mobilitas pengangkutan sampah.
Menurut Herry, masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan sampah, termasuk akses kendaraan pengangkut di RW 04 serta persoalan sosial dalam penerapan sistem pengolahan komposter.
Ke depan, pihaknya berencana mengintegrasikan fasilitas bank sampah di sekitar TPS3R Tamansari Persada. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat sekaligus memperluas jumlah nasabah bank sampah.
“Ke depan kita ingin ada integrasi fasilitas Bank Sampah di sebelah TPS3R Tamansari Persada. Harapannya partisipasi masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.
Selain ekonomi dan lingkungan, persoalan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Kelurahan Cibadak menggandeng dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu penanganan stunting.
Sebanyak sembilan pelaku usaha di wilayah Cibadak telah menyatakan kesediaannya menjadi bapak asuh bagi 41 anak yang mengalami stunting.
Herry berharap keterlibatan dunia usaha tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami mencoba merangkul pelaku usaha yang berkenan bekerja sama menangani stunting. Kami berharap keberadaan pelaku usaha di Cibadak manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, pembangunan sarana dan prasarana kewilayahan juga terus dilakukan. Pemeliharaan jalan di RW 09 telah diselesaikan pada Mei 2026. Renovasi Posyandu di Gang Sahabat, RT 04/RW 05, juga telah rampung.
Tahapan berikutnya direncanakan berupa pembangunan Posyandu baru di RW 11 yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada September 2026.
Dari sisi penerimaan daerah, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kelurahan Cibadak hingga Agustus 2026 tercatat mencapai Rp5.376.951.153 atau sekitar 65 persen dari target yang ditetapkan lebih dari Rp10 miliar.
Secara demografis, Kelurahan Cibadak saat ini dihuni 29.420 jiwa, terdiri atas 14.843 laki-laki dan 14.577 perempuan.
Camat Tanah Sareal, Rokib, mengatakan wilayahnya saat ini menjadi salah satu kawasan yang mengalami perkembangan cukup pesat di Kota Bogor. Kondisi tersebut membuat program pembangunan kewilayahan perlu diselaraskan dengan potensi serta persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Tanah Sareal ini wilayah yang sedang berkembang pesat. Banyak program kewilayahan, baik dari APBD Kota Bogor, Pokir maupun inovasi kewilayahan,” kata Rokib.
Ia berharap penguatan pembangunan berbasis kewilayahan dapat membuat setiap kelurahan semakin mampu mengidentifikasi potensi sekaligus menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Berikan Komentar