
Buka Gerakan Pangan Murah HJB ke-544, Jenal Mutaqin Instruksikan ASN Belanja di Sempur
Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 serta menyambut Road To Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Mengusung tema “GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang”, kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Selasa (2/6/2026), terselenggara berkat kolaborasi antara DKPP Kota Bogor, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, DKPP Jawa Barat, dan Badan Pangan Nasional.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aparat wilayah, pelaku UMKM, hingga instansi vertikal seperti Bank Indonesia dan Pegadaian.
Menurut Jenal, peringatan HJB tidak hanya harus diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jenal juga melontarkan gagasan inovatif untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkuat perputaran ekonomi lokal. Ia meminta Camat Bogor Tengah untuk menggerakkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya agar berbelanja di Gerakan Pangan Murah selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
“Jadi kami meminta dan memohon Pak Camat dalam dua hari ini jangan dulu berbicara masyarakat, kita dulu pelaku kebijakan pemerintah. Seluruh ASN wajib belanja di Sempur di Gerakan Pangan Murah,” tegas Jenal.
Ia menilai kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan rutin ASN setiap bulan. Karena itu, ASN didorong untuk membeli kebutuhan tersebut di arena GPM sebagai bentuk dukungan terhadap produk binaan DKPP dan Dinas UMKM.
Lebih jauh, Jenal mengungkapkan gagasannya terkait digitalisasi komoditas pangan bagi ASN dengan target minimal transaksi belanja sebesar Rp500 ribu per bulan. Menurutnya, jika kebijakan tersebut dapat diterapkan secara konsisten, maka pelaku usaha lokal akan semakin berkembang dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Sementara itu, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Siti Muarofah, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Bogor ke-544. Ia berharap momentum tersebut dapat mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Siti menjelaskan bahwa perekonomian Kota Bogor menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan mencapai 5,45 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 5,3 persen.
Menurutnya, di tengah tantangan global seperti konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan sejumlah komoditas, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah pengendalian harga, salah satunya Gerakan Pangan Murah.
“Gerakan Pangan Murah ini tentunya diharapkan sangat efektif untuk menjaga kestabilan harga. Berdasarkan pantauan, pada bulan Mei kemarin terdapat kenaikan beberapa harga di Kota Bogor, antara lain untuk produk hortikultura seperti cabai dan bawang merah, sementara produk pangan lainnya relatif stabil,” ujar Siti.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bank Indonesia Jawa Barat tengah menginisiasi proyek percontohan kerja sama strategis guna menjaga kelancaran distribusi bahan pokok dan menekan dampak kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga bahan bakar minyak.
Di lokasi yang sama, Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah berlangsung selama dua hari, yakni 2 hingga 3 Juni 2026.
Program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok berkualitas dengan harga di bawah pasar sebagai upaya konkret mengendalikan inflasi daerah. Sejumlah komoditas seperti daging ayam, daging sapi, minyak goreng, tepung, cabai, dan bawang merah menjadi buruan warga sejak pagi hari.
Tak hanya menghadirkan pasar murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai program sosial dan edukatif. Di antaranya lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD di Kelurahan Sempur serta pemberian bantuan ikan nila bioflok kepada keluarga berisiko stunting.
“Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD di wilayah Kelurahan Sempur. Selain itu, ada juga pemberian bantuan ikan nila bioflok untuk keluarga berisiko stunting,” kata Dody.
Melalui program tersebut, DKPP berharap dapat berkontribusi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Bogor sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Dody juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Pegadaian Kota Bogor, kelompok tani, dan para pelaku usaha olahan pangan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Bogor.
Berikan Komentar