Bansos Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Pelaku Pariwisata di Puncak

Mediabogor.co, BOGOR-Ratusan pekerja pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, secara kompak memasang bendera putih didepan persis plang Vila kamar khas masing-masing.

Pemasangan bendera putih tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para pelaku pariwisata yang menjajahkan villa kamar kepada pemerintah, atas perpanjangan PPKM Level 4 yang kembali diberlakukan pemerintah.

Ahmad salah satu calo villa kamar di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku, pemasangan bendera putih tersebut dilakukannya sebagai bentuk pesan kepada pemerintah. Sebab, selama pemberlakuan PPKM Level 4, penghasilannya merosot tajam dan selalu sepi pengunjung. 

“Ini adalah simbol pesan dari kami para pelaku pariwisata untuk pemerintah, agar lebih memperhatikan nasib rakyat kecil,”paparnya.

Menurutnya, sejak diberlakukannya PPKM di Bogor, ia bersama keluarga mengaku sangat kesulitan. Sebab, penghasilan hariannya turun drastis hingga 70 persen lebih.

“Anjlok banget bang. Buat makan aja susah. Paling hanya ada satu dua tamu paling keuntungan saya cuma 50 ribu, buat makan keluarga diruma aja belum tentu cukup Pokoknya serba sulit,” keluhnya.

Ahmad yang sudah menjadi calo vila kamar selama lebih dari 5 tahun di kawasan Puncak Bogor mengaku tak ingin terlalu banyak berharap kepada bantuan dari pemerintah. Ia hanya ingin, pendapatan hariannya kembali normal seperti sediakala.

“Kalau bansos dari pemerintah paling hanya cukup buat satu Minggu. Terus nanti sisanya kami bagaimana. Yang saya ingin pemerintah ikut memikirkan nasib kami sebagai rakyat,” ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah bisa mencarikan jalan keluar terbaik untuk dirinya dan pelaku usaha yang ada di kawasan Puncak. Sebab bansos pemerintah menurutnya bukanlah satu langkah yang bisa menyelesaikan penderitaan para pedagang.

“Kebutuhan bukan cukup di bansos ada anak yang perlu biaya untuk keperluan sekolah dan lainya, adapun itu bansos tidak mungkin kami makan beras mentah butuh uang untuk beli gas”pungkasnya. (Yusril)

Berita Terkait

Berikan Komentar