Antisilasi Gangguan Keamanan Saat Nataru, Kanwil Kemenkum HAM Jabar Gelar Apel Siaga di Kota Bogor

Mediabogor.co, BOGOR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Barat menggelar apel siaga menjelang libur Natal dan Tahun Baru di Kantor Imigrasi, Kota Bogor. Apel ini yang diikuti oleh jajaran Lapas, Bapas dan lainnya di wilayah Kanwil Jawa Barat bertujuan untuk mengantisipasi segala gangguan keamanan dan ketertiban.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM Jawa Barat Sudjonggo dalam sambutannya mengatakan, jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak menutup kemungkinan dapat memicu gangguan keamanan yang ditimbulkan oleh perorangan maupun kelompok yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak dinginkan.

“Maka dari itu saya meminta agar pada momen Nataru tahun ini semuanya harus tetap waspada dan peningkatan pengamanan. Baik pengaman ke luar, maupun pengamanan ke dalam atau internal,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Tak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan kepada satuan kerja yang ada di bawah, untuk senantiasa mengawasi fasilitas perkantoran dan gedung terutama instalasi listrik. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kepada jajarannya agan mengantisipasi potensi bencana alam yang bisa saja terjadi di musim penghujan ini.

Ia juga mengingatkan agar petugas di dalam Lapas senantiasa waspada terhadap segala potensi dan ancaman gangguan keamanan baik dari dalam maupun dari luar. Seperti kasus kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas 1 Tanggerang beberapa waktu lalu.

“Baik potensi ancaman gangguan keamanan dari dalam, dari luar, hingga potensi bencana, harus kita waspadai. Jangan sampai ada petugas yang lalai dalam melakukan antisipasi pengamanan. Serta mengantisipasi potensi masuknya barang terlarang ke dalam Lapas maupun rutan,” pintanya.

Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Bogor Y Waskito mengaku akan menindaklanjuti apel siaga ini. Ia juga sudah mengingatkan kepada anggota dan jajarannya untuk dapat mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, baik dari dalam maupun dari luar Lapas.

“Karena gangguan keamanan dan ketertiban ini banyak bentuknya. Bisa pelarian, bisa pemberontakan bisa pembakaran, bisa penyerangan kepada petugas, oleh karena itu kami meminta kepada jajaran untuk bisa melakukan deteksi dini,” ujarnya.

Ia juga mengintruksikan kepada jajarannya agar bisa melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi potensi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban dari dalam Lapas.

“Artinya bagaimana kita bisa membaca situasi, suasana di dalam Lapas terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan cara mencari informasi, keterangan di tataran bawah, termasuk isu yang ada di warga binaan. Sehingga dengan itu bisa menjadi bahan bagi kami untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan terjadi,” tutupnya. (Zian)

Berita Terkait

Berikan Komentar