Angkot Kembali Sweeping, Pengendara Ojek Online Jadi Bulan-Bulanan

mediabogor.com, Bogor – Para supir angkot jurusan Terminal Laladon siang ini (22/3) melakukan aksi sweeping terhadap para ojek online. Beberapa kendaraan roda dua yang diketahui sebagai ojek online menjadi bulan-bulanan.

Para supir angkot meluapkan emosi dengan memukuli dan merusak motor ojek online. Meski tidak mengunakan atribut perusahaan ojek, mereka geram lantaran para ojek online beroprasi dan mengambil penumpang di kawasan terminal, terutama trayek Kampus Dalam yang menuju Kampus Institut Pertanian Bogor.

Aksi kejar-kejaran supir dengan pengemudi ojek pun sempat terjadi di Jalan Raya Darmaga. Para pengemudi ojek online yang bersembunyi di dalam salah satu minimarket diseret keluar. Kendaraaan motor matic diijak-ijak dan nyaris dibakar.

“Wah ini nih nyumput (sembunyi) di sini. Eh jangan nyumput,” teriak salah satu supir sambil menarik pengemudi ojek online. Tak hanya yang di minimarkert, dua ojek online yang melintas mendapat perlakuan serupa.

Aksi sweeping supir angkot ini terus berlanjut hingga siang hari ini. Mereka menaiki atap Angkot sambil berteriak, “Blokir online. Blokir online. Blokir online”.

Dhani (55) salah satu supir yang berada di Terminal Laladon berhasil sedikit meredam aksi brutal rekan-rekannya. Ia menjelaskan alasan para supir lantaran ojek nekad beroperasi.

“Jadi begini berdarsakan keterangan polisi laladon katannya perwakilan supir aplikasi online di blokir ternyata sampai sekarang masih pada jalan,” ungkapnya kepada mediabogor, Rabu (22/3).

Mewakili Angkot, Dhani menginginkan agar sementara tidak beroprasi sesuai keputusan Pemerintah Pusat. Terlebih pemerintah daerah belum mengeluarkam kebijakan pasti. “Kami menuntut supaya Grab motor jangan beroprasi dulu. kalau sudah diblokir jangan beroprasi. Kami pengemudi keberatan,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan para supir, kemarin (21/3) mereka diberitahukan anggota kepolisian bahwa ojek online telah diblokir sementara. “Kami tahu dari polisi kalau ojek sudah tidak boleh. Kita kasih tahu mereka tapi mereka tambah banyak dan melawan,” ucapnya.

Menurut Dhani, sejak ada transportasi ojek online pendapatan para supir drastis menurun hingha 70 persen. Seharinya para supir menyetor 150 sampai 200 ribu. Sebelum ada ojek online mendapat upah supir 70-100 ribu.

“Tapi sekarang cuma bawa pulang 20 ribu belum setoran. kalau segitu kadang buat keluarga kita saja tidak cukup pak,” akunya.

Setelah dua hari mogok, sejumlah trayek Angkot di Terminal Laladon hari ini kembali beroprasi. Sayangnya, di hari pertama ini puluhan supir jutru kembali melakukan sweeping kendaraan berbasis online yang mengunakan atribut. Mereka menyisir lokasi dari Laladon sampai kampus IPB. Mereka berkumpul di beberapa titik RS Medika Dramaga hingga gerbang kampus IPB. (AW).

Berita Terkait

Berikan Komentar