
Alumni Minang di Perantauan Gelar FGD Percepat Penanggulan Bencana Sumbar
Mediabogor.co, SUMATERA BARAT – Percepatan pemulihan masyarakat Sumatera Barat terdampak banjir bandang pada November 2025 lalu, sejumlah organisasi dan komunitas perantau Minang gelar Forum Group Discussion (FGD) memperkuat sinergi menindaklanjuti dampak bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat di fasilitasi Perkumpulan Alumni Pelajar Mahasiwa Minang (PAPMM) di Gedung PKSPL IPB Baranangsiang Bogor.
Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi, M.Si megatakan dalam pembukaan Ketua PAPMM megatakan, acara bertajuk Aksi Kolaborasi Para Pihak dalam Mendukung Upaya Pemulihan Pascabencana Provinsi Sumatera Barat menghadirkan berbagai pihak yang fokus terhadap isu penanggulangan bencana di Sumbar.
”Organisasi dan komunitas perantau Minang yang kami undang hari ini akan merumuskan agenda pemulihan pasca bencana dan bersepakat memperkuat sinergi menyikapi dampak bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat Sumatera Barat, Ungkap Ketua PAMM lebih lanjut.
Dr. Liferdi Lukman, S.Pi, M.Si Direktur Irigasi Pertanian -Kementan RI yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Kontribusi kita tentu punya makna, punya arti. Dan kami yakin sekali kepedulian masyarakat baik itu yang berasal dari Minang maupun yang non-Minang. UKM sudah berupaya mendistribusikan bantuan untuk masyarakat kita di Sumatera Barat yang terdampak oleh bencana.
“Saat ini Kami di Kementerian sudah menyalurkan bantuan hamper 35 miliar, kedepan bantuan akan terus diberikan khususnya yang terdampak ringan dan sedang sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada Masyarakat terdampak bencana,” jelasnya lebih lanjut.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat, tetapi juga pada pemulihan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta masa depan generasi muda di daerah terdampak.
Jaringan alumni Minang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat juga disebut siap mendukung upaya bantuan, baik secara moral, material, maupun psikologis. Sinergi tersebut melibatkan berbagai organisasi seperti Ikatan Keluarga Minang, serta Perkumpulan Alumni Pelajar Mahasiswa Minang.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun program dan aksi nyata untuk membantu masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari perwakilan organisasi dan pengurus terkait guna memastikan kegiatan berjalan lancar.
Berikan Komentar