Ada Jaksa Masuk Pesantren?
mediabogor.com, Bogor – Di Hari Raya Ramadhan kali ini, untuk lebih mengenalkan hukum kepada kalangan santri di Kota Bogor, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor mengusung program Jaksa Masuk Pesantren (JMP). Digelar di Pesantren Muara Istiqomah, Kampung Muara, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terlihat puluhan santriawan dan santriawati sangat antusias mengikuti JMP dengan narasumber Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Kota Bogor Andhie Fajar Aryanto dan dengan didampingi pengajar pesantren ustad Asep Sopian.
Kasi Intel Kejaksaan Kota Bogor, Andhie Fajar Aryanto mengatakan, memasuki bulan ramadan surat dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat yang mempunyai program kegiatan JMP, dan ini merupakan kegiatan serentak di seluruh Kejari wilayah Jawa Barat melakukan kegiatan serupa.
“Program JPM ini serentak dilakukan Se – Jawa Barat dengan tujuan memberikan penyuluhan hukum dan penerangan hukum di beberapa pesantren di provinsi Jawa Barat. Di Kota Bogor ada dua kegiatan, pertama di sini dan yang kedua di pesantren lain minggu depan,” ungkapnya usai memberikan materi pada program JMP.
Andhie melanjutkan, kalangan santri ini banyak yang tertarik pada penyuluhan hukum, melihat animo itu, kegiatan ini akan menjadi konsep program rutin Kejari Kota Bogor. Sama halnya dengan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), sehingga menimbulkan dampak positif bagi para santri di Kota Bogor.
“JMP dilakukan dengan tujuan lain yaitu mengenalkan tugas dan fungsi Kejaksaan juga Jaksa. Adik-adik santri bisa lebih mengenal kami dengan program JMP, harapan kami hal ini menjadi sebuah landasan pengganti kami yang lebih berkopenten dan lebih bagus karena diawali dari dasar kecintaan mereka dengan Kejaksaan,” tambahnya.
Sementara Ustad Asep Sopian menuturkan, pihaknya melihat JMP merupakan terobosan baru dan belum pernah dilihatnya selama ini, kebetulan pihaknya juga baru mengetahui tentang Kejaksaan. Ada bagian Intelejen juga bimas di Kejaksaan, hal itu membuat para santri juga pengajar proses hukum itu berjalan seperti apa.
“Harapan dari kami anak didik kami santri-santri disini menjauhi permasalahan yang menyangkut pelanggaran hukum, secara mental dan teori harus diajarkan. Disamping ada hukuman akhirat ada hukuman negara, mereka harus lebih mengenal hukuman didunia dan akhirat. Diberitahukan juga kepada para santri kesalahan kecilpun kalau berkaitan melanggar hukum pasti ada sanksinya,” pungkasnya. (RF)
Berikan Komentar