Situ Citatah Dipenuhi Sampah, Bau Tak Sedap Keluhkan Warga BOGOR— Situ Citatah, Kecamatan Cibinong, dipenuhi tumpukan sampah. Kondisi ini dikeluhkan warga karena selain bikin pemandangan jadi kotor, bau tak sedap dari sampah juga cukup mengganggu. Salah satunya dirasakan Nur Kamila (24) pemilik Warkop yang berada di dekat Situ Citatah mengaku, sampah sudah terlihat sejak dirinya mulai membangun warung pada awal Agustus 2026. “Kalau dibilang terganggu, terganggu banget. Orang yang mau ke sini kadang enggak jadi karena bau, bahkan yang lewat aja pada mual,” ujar Nur Kamila, Kamis (27/8/2026). Menurut Nur, bau dari sampah di situ bahkan sampai tercium ke warungnya. Ia berharap sampah yang memenuhi Situ Citatah bisa segera dibersihkan. “Harapannya semoga sesegera mungkin bisa ditindaklanjuti soal sampah di situ. Dibersihkan secepatnya karena sangat-sangat terganggu,” ujarnya. Petugas Situ Citatah, Yusuf, mengatakan sampah itu terbawa aliran dari Situ Kedung dan Situ Cibinong lalu masuk melalui saluran air. Selama ini, petugas bersama warga dan kelompok pengawas sudah berusaha mengangkat sampah. Namun, tenaga dan peralatan yang terbatas menjadi kendala. “Kami sudah berusaha dengan masyarakat. Kalau untuk sampah yang masuk ke situ, yang kami perbuat kita angkat ke atas,” kata Yusuf. Yusuf mengatakan, pemasangan jaring sampah di titik masuk air sebenarnya sudah diajukan sejak beberapa bulan lalu. Namun, usulan itu belum juga terealisasi. “Sudah mengajukan baik ke Kelurahan, Kecamatan untuk diadakan jaring sampah, tapi belum terealisasi,” ungkapnya. Menurutnya, jaring bisa membantu menahan sampah agar tidak masuk lebih jauh ke dalam situ. Tapi, tetap perlu ada orang yang bertugas mengangkat sampah yang tertahan. Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Leni Nerlina mengatakan persoalan sampah juga perlu kesadaran dari masyarakat. Warga diminta lebih disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan. “Balik lagi introspeksi ke masing-masing orang untuk disiplin membuang sampah, enggak sembarang buang sampah,” ujarnya. Ia mengatakan, mengangkat sampah dalam jumlah besar butuh tenaga, alat, dan kerja sama dari banyak pihak. Kelurahan tidak bisa menangani semuanya sendiri. “Enggak mungkin hanya karena ngangkat sampah, juga ada orang tenggelam di situ. Jadi butuh koordinasi,” katanya. Leni berharap persoalan ini bisa segera dikoordinasikan dengan dinas dan pihak terkait, termasuk soal rencana pemasangan jaring sampah. Ia juga mengajak warga untuk ikut peduli dengan kebersihan lingkungan. “Jangan hanya tinggal ngeluh. Kalau ada sampah sedikit, masa enggak bisa sih? Masa enak melihat lingkungan dia jorok, bersampah,” tuturnya. Warga berharap sampah di Situ Citatah segera ditangani agar bau tak sedap tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Mediabogor.co, BOGOR— Situ Citatah, Kecamatan Cibinong, dipenuhi tumpukan sampah. Kondisi ini dikeluhkan warga karena selain bikin pemandangan jadi kotor, bau tak sedap dari sampah juga cukup mengganggu.
Salah satunya dirasakan Nur Kamila (24) pemilik Warkop yang berada di dekat Situ Citatah mengaku, sampah sudah terlihat sejak dirinya mulai membangun warung pada awal Agustus 2026.
“Kalau dibilang terganggu, terganggu banget. Orang yang mau ke sini kadang enggak jadi karena bau, bahkan yang lewat aja pada mual,” ujar Nur Kamila, Kamis (27/8/2026).
Menurut Nur, bau dari sampah di situ bahkan sampai tercium ke warungnya. Ia berharap sampah yang memenuhi Situ Citatah bisa segera dibersihkan.
“Harapannya semoga sesegera mungkin bisa ditindaklanjuti soal sampah di situ. Dibersihkan secepatnya karena sangat-sangat terganggu,” ujarnya.
Petugas Situ Citatah, Yusuf, mengatakan sampah itu terbawa aliran dari Situ Kedung dan Situ Cibinong lalu masuk melalui saluran air.
Selama ini, petugas bersama warga dan kelompok pengawas sudah berusaha mengangkat sampah. Namun, tenaga dan peralatan yang terbatas menjadi kendala.
“Kami sudah berusaha dengan masyarakat. Kalau untuk sampah yang masuk ke situ, yang kami perbuat kita angkat ke atas,” kata Yusuf.
Yusuf mengatakan, pemasangan jaring sampah di titik masuk air sebenarnya sudah diajukan sejak beberapa bulan lalu. Namun, usulan itu belum juga terealisasi.
“Sudah mengajukan baik ke Kelurahan, Kecamatan untuk diadakan jaring sampah, tapi belum terealisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, jaring bisa membantu menahan sampah agar tidak masuk lebih jauh ke dalam situ. Tapi, tetap perlu ada orang yang bertugas mengangkat sampah yang tertahan.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Leni Nerlina mengatakan persoalan sampah juga perlu kesadaran dari masyarakat. Warga diminta lebih disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Balik lagi introspeksi ke masing-masing orang untuk disiplin membuang sampah, enggak sembarang buang sampah,” ujarnya.
Ia mengatakan, mengangkat sampah dalam jumlah besar butuh tenaga, alat, dan kerja sama dari banyak pihak. Kelurahan tidak bisa menangani semuanya sendiri.
“Enggak mungkin hanya karena ngangkat sampah, juga ada orang tenggelam di situ. Jadi butuh koordinasi,” katanya.
Leni berharap persoalan ini bisa segera dikoordinasikan dengan dinas dan pihak terkait, termasuk soal rencana pemasangan jaring sampah.
Ia juga mengajak warga untuk ikut peduli dengan kebersihan lingkungan.
“Jangan hanya tinggal ngeluh. Kalau ada sampah sedikit, masa enggak bisa sih? Masa enak melihat lingkungan dia jorok, bersampah,” tuturnya.
Warga berharap sampah di Situ Citatah segera ditangani agar bau tak sedap tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Berikan Komentar