Sampah Menumpuk di Jembatan Perbatasan, Desa Gunung Menyan-Situ Udik Gelar Gotong Royong
Mediabogor.co, BOGOR – Dua pemerintahan Desa Gunung Menya dan Desa Situ Udik menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah perbatasan Kecamatan Pamijahan dengan Kecamatan Cibungbulang, kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut menyasar di titik, jembatan perbatasan Salah satu fokus utama petugas dan warga adalah membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang saluran irigasi.
Aksi kebersihan ini tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan aksi kolaborasi dua desa , tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Warga diajak tidak membuang sampah sembarangan serta mulai memilah sampah agar memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur RT, RW, kepala dusun, masyarakat, serta jajaran Satpol PP Kecamatan pamijahan, Relawan Susur Sungai, UPTD Pengelolaan Sampah Wil Leuwiliang, UPT Pengairan, UPT jalan dan jembatan, Gotong royong menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Situ Udik Mamat Sudin, mengatakan kegiatan bersih-bersih tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Harapannya ke depan, bersih-bersih ini menjadi habit di masyarakat. Masyarakat bisa dan terbiasa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujar Mamat Sudin, Kamis (17/09/2026)
Menurut dia, kegiatan gotong royong hari ini kita lakukan hari kamis tapi kita nanti akan dilakukan secara rutin setidaknya satu kali dalam sepekan. Khusus hari Jumat, kegiatan tersebut akan dikemas dalam agenda Jumat Bersih (JumSi).
“Seminggu sekali kita akan terus rutin bergotong royong untuk bersih-bersih ini. Pada hari Jumat kita jadikan Jumat Bersih atau JumSi untuk wilayah Desa Situ Udik. ” katanya.
Ditempat yang sama Erwin Sekdes Desa Gunung Menyan Menambahkan, ” Di wilayah kami juga mendorong masyarakat tidak memandang sampah semata sebagai limbah. Dengan pemilahan yang tepat, sebagian sampah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Upaya tersebut dinilai penting, terutama untuk mencegah sampah kembali masuk ke saluran irigasi yang dapat mengganggu aliran air dan menurunkan kualitas lingkungan. ” Ucapnya.
Melalui kegiatan yang melibatkan langsung masyarakat, Relawan Susur Sungai berharap kesadaran menjaga kebersihan tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Dengan demikian, kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga. (Agil).
Berikan Komentar