
Rifki Alaydrus : Penataan PKL Pasar Bogor Butuh Pengawasan dan Ketegasan
Mediabogor.co, BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor Komisi II, Ahmad Rifki Alaydrus, mendampingi Wali Kota Bogor dalam kegiatan penertiban dan perapihan pedagang kaki lima (PKL) hari kedua di kawasan Pasar Bogor dan sekitarnya, pada Kamis 26 Maret 2026.
Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN itu menyampaikanharapan agar penataan kawasan tersebut dapat menciptakan kondisi yang lebih tertib dan bersih. Ia juga mendorong agar sebagian pedagang dapat direlokasi ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari guna mengurangi kepadatan di kawasan Pasar Bogor.
”Untuk saat ini, Pasar Jambu Dua dinilai cukup memadai untuk menampung para pedagang yang direlokasi,” ujarnya.
Namun demikian, Rifki menegaskan bahwa keberhasilan penertiban tidak hanya bergantung pada relokasi, tetapi juga pada sistem pengawasan yang efektif di lapangan.
Menurutnya, pengawasan tidak harus selalu melibatkan jumlah personel besar, melainkan perlu strategi yang tepat, termasuk pengaturan waktu (timing) dan pola penjagaan.
”Kalau ada perlawanan yang cukup keras di lapangan, baru diturunkan personel dalam jumlah lebih besar. Jadi lebih kepada strategi pengawasan,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, ia mencatat sejumlah persoalan yang masih perlu dibenahi, di antaranya masalah kebersihan, saluran air yang tersumbat sampah, serta masih adanya pedagang yang belum tertib meskipun sebagian sudah mulai kooperatif mengikuti aturan.
Rifki juga menyoroti pentingnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang ketertiban umum. Ia menilai aturan tersebut sudah cukup lama ada, namun implementasinya perlu diperkuat.
”Ini sudah waktunya kita tegas. Dalam perda itu, pelanggar bisa dikenakan denda hingga Rp250 ribu. Tinggal bagaimana petugas Satpol PP, khususnya PPNS, menindak di lapangan,” tegasnya.
Ia pun berharap Satpol PP dapat memperketat pengawasan dengan sistem zonasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan, sehingga penataan kawasan Pasar Bogor dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
”Harapannya, Kota Bogor bisa menjadi lebih rapi, tertib, dan nyaman bagi semua,” tutupnya.
Berikan Komentar