Ribuan Angkot dari 16 Trayek Serbu Balai Kota Bogor, Transportasi Diprediksi Lumpuh

Mediabogor.co, ‎BOGOR – Setelah melakukan aksi demo pada 23 Oktober 2025 lalu, kini, para pemilik Angkutan Kota (Angkot) bersama ribuan sopir angkot akan kembali melakukan aksi demo ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Balaikota, Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah.

‎Berdasarkan informasi, aksi demo akan dimulai pukul 07:00 WIB dengan mengerahkan ribuan angkot dari 16 trayek angkot yang ada di Kota Bogor. Diprediksi, akan terjadi kelumpuhan pelayanan transportasi angkot selama aksi demo berlangsung.

‎Koordinator aksi demo, Tri Handoyo mengatakan, aksi demo yang akan dilakukan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merupakan penyampaian aspirasi yang saat ini dialami oleh para pemilik angkot termasuk para sopir angkot. Dikarenakan adanya kebijakan dari Pemkot Bogor soal angkot yang merugikan para pemilik ataupun sopir angkot. “Kami ingin menyampaikan 9 tuntutan kepada Pemkot Bogor terkait kebijakan soal angkot. Yaa, soal dihentikannya ribuan angkot yang sudah berusia 20 tahun dan persoalan lainnya juga,” ucap Tri kepada wartawan, pada Rabu 21 Januari 2026.

‎Tri menjelaskan, selama ini para pemilik angkot sudah mengikuti seluruh program yang diminta Pemkot Bogor melalui Dishub. Seperti program reduksi, konversi hingga retouting. “Tuntutan kami akan terus diperjuangkan, seperti permintaan dibukanya kembali peremajaan angkot, untuk angkot yang belum berusia 20 tahun tetap bisa digunakan operasional menarik menumpang. Dibukanya jalur trayek feeder murni dan mohon segera dibuka rerouting kembali. Jadi masih banyak permasalahan yang sangat merugikan kami para pemilik ataupun sopir angkot,” jelasnya.

‎Selain itu, Pemkot Bogor juga tidak memberikan solusi ataupun mengantisipasi dampak dari kebijakan yang dikeluarkan kaitan batas usia angkot 20 tahun. “Coba dipikirkan, bagaimana nasib ribuan angkot yang tidak bisa kembali membawa angkot karena angkotnya dihentikan operasionalnya. Kalau misal ada 1900 angkot, satu angkot digunakan oleh 2 orang sopir, berarti ada 3.800 sopir angkot yang bakalan menganggur. Apa solusi Pemkot Bogor dalam menangani persoalan pengangguran tersebut,” tegasnya.

‎Dalam kesempatan itu,Tri juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencari moda transportasi lain selama aksi demo berlangsung. Karena seluruh aktifitas kegiatan operasional angkot akan dihentikan dari mulai pukul 07:00 WIB hingga selesai aksi demo. “Besok seluruh angkot akan berhenti beroperasional, semua angkot di 16 trayek akan dikerahkan untuk turun ke Balaikota,” tandasnya.

‎Sementara, Polresta Bogor Kota akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional serta menyiapkan armada bantuan untuk mengangkut warga yang terlantar saat aksi unjuk rasa sopir angkutan kota (angkot) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 di Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda.

‎Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas masyarakat.

‎Iptu Lukito memastikan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama pada ruas-ruas jalan yang mengarah ke Balai Kota Bogor.

‎”Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan apabila terjadi kepadatan atau penutupan jalan akibat aksi unjuk rasa. Kita liat situasi di jalur dulu, jika perlu rekayasa kami lakukan besok,” ucapnya pada Selasa, 21 Januari 2026.

‎Iptu Lukito menyebut bahwa pihaknya juga akan menyiapkan armada bantuan berupa kendaraan operasional untuk membantu mobilisasi masyarakat, khususnya warga yang terdampak dan berpotensi terlantar akibat berhentinya operasional angkot selama aksi berlangsung.

‎”Nanti kita lihat dahulu di lapangan, jika diperlukan nanti kami berkoordinasi sama pihak dishub dan pemerintah kota agar armada bantuan disiapkan untuk membantu masyarakat agar tetap dapat beraktivitas,” jelasnya.

‎Iptu Lukito menghimbau kepada masyarakat agar menghindari Jalan Ir. H. Djuanda selama aksi berlangsung dan mencari jalur alternatif.

‎Sebelumnya diberitakan, ribuan pengusaha dan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor berencana menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor pada Kamis, 22 Januari 2026.

‎Aksi ini merupakan respons atas kebijakan penertiban angkot yang telah berusia di atas 20 tahun.Berdasarkan informasi yang beredar, massa dijadwalkan berkumpul di Balai Kota sekitar pukul 09.00 WIB.

‎Aksi ini juga dipicu oleh belum terwujudnya audiensi antara pemilik angkot dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, meski surat permohonan telah diajukan sejak 5 Januari 2026.

Berita Terkait

Berikan Komentar