Ratusan Sekolah di Kota Bogor Dapat Domain Gratis di Tahun Pertama

Mediabogor.com, Bogor – Kabar baik datang dari dunia pendidikan, kini Kemenkominfo menyediakan 1 Juta Domain dan Hosting gratis selama satu tahun untuk sekolah, UMKM, pesantren dan komunitas. Domain ini merupakan alamat di dunia maya menggunakan server dalam negeri dan domain .id sebagai domain Indonesia.

Program ini juga sekaligus akan menekan tingkat anonimitas di Internet. Demikian hal ini diungkapkan Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin, belum lama ini.

Fahrudin lanjut menuturkan, beberapa sekolah di Kota Bogor ada yang sudah memiliki website namun belum dikelola dengan aktif. Namun, banyak pula yang belum memiliki website mengingat biaya untuk pengelolaan website cukup mahal.

“Untuk satu tahun ini kan gratis, maka di tahun berikutnya untuk biaya domain sekolah dapat menggunakan dana BOS,” terangnya.

Dengan adanya program domain gratis ini, maka 400 sekolah di Kota Bogor yang telah mengikuti Sosialisasi sekaligus Bimbingan Teknik (Bimtek) dalam pembuatan Website dapat memanfaatkannya dengan baik.

Begitu pula dengan pengisian website dengan konten positif, memperkenalkan guru, fasilitas, kegiatan sekolah dan lainnya. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengenal sekolah tanpa harus datang ke sekolah.

“Kami berharap pengembangan website masing-masing sekolah meningkat sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan informasi. Ini akan berdampak pada pemerataan memilih sekolah yang paling dekat dengan domisi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Diskominfostandi Kota Bogor Firdaus mengatakan, ia sangat mengapresiasi program 1 Juta Domain dari Kemenkominfo RI. Dengan domain gratis ini, maka sekolah bisa mempromosikan sekolahnya cukup dengan website.

Meski begitu, lanjut Dia, pada pelaksanaannya nanti tentunya tidak akan lepas dari kendala. Sebab pasti tidak akan semuanya sama dalam hal pengelolaan website. Sekolah harus mampu menyesuaikan diri dan menjadikan ini tantangan sekaligus inovasi menuju Smart City.

“Diskominfostamdi akan memonitor sekolah agar jangan sampai keluar dari aturan yang dibuat Kementerian dan melihat perkembangan website-nya seperti apa. Harapan kami tidak hanya sekolah yang memiliki domain tetapi juga semua instansi dan stakeholder memiliki domain yang bisa di akses,” ucapnya. (RF)

Berita Terkait

Berikan Komentar