Puskesmas Parungpanjang dan Kades Lumpang Benarkan Beberapa Warga Sakit Diduga Terdampak Pencemaran Limbah

Mediabogor.co, BOGOR – Aksi protes sejumlah warga terhadap giat aktivitas pengolahan limbah sampah PT MBI yang dituding telah encemari lingkungan mendapat tanggapan darivKepala Desa Lumpang dan petugas kesehatan dari Puskesmas Parungpanjang.

Saat dikonfirmasi Metrobogor dilokasi Kepala Desa Lumpang M. Rodis Faisal mengungkapkan bahwa ada beberapa warga nya mengalami gatal – gatal dan luka bercak – bercak serta ada juga yang alami gangguan pernafasan.

“Hal ini ditemukan saat kami dari Pemdes bersama tim Puskesmas datang langsung ke kampung dinana pabrik tersebut berada. Memang benar ada beberapa orang warga sakit,” ungkap Kades Lumpang M. Rodis Faisal, Rabu 7 Januari 2026.

Ia tidak menampik, jika hal tersebut diduga kuat akibat adanya pencemaran lingkungan dan pasca penemuan tersebut, pihaknya telah membuat surat edaran Himbauan Penghentian Kegiatan pengolahan limbah.

“Surat sudah saya buat dan kirimkan. Pihak Kecamatan juga sudah turun tangan. Tapi kata warga sekitar hal itu tidak dihiraukan oleh pihak perusahaan,’ ungkapnya.

Kades Rodis menambahkan, pihak Pemdes sudah bekerja sesuai tupoksi yang dimiliki, namun jika perusahaan pengolahan limbah tetap beroperasi itu nanti urusan pimpinan di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

‘Fokus saya yaitu membantu dan mengobati warga yang sakit. Menampung aspirasi dari warga dan menyampaikan ke pihak terkait. Selanjutnya urusan pimpinan dan nantinya ada pegiat lingkungan yang bantu,” ujarnya.

Sementara Kepala Tata Usaha Puskesmas Parungpanjang Wawan mengungkapkan bahwa memang ada warga sekitar pabrik yang berobat ke Puskesmas karena alami gatal – gatal, bercak – bercak dan adapula warga yang alami sakit sesak pernafasan.

“Kalau yang sakit dan berobat dari warga sekitar pabrik memang ada. Pasien alami sakit kulit seprti gatal, bercak dan adapula yang sesak nafas,” ujarnya.

Ia juga membenarkan pernyataan Kepala Desa Lumpang bahwa pihak Puskesmas Parungpanjang bersama Pemdes datang langsung ke lokasi pabrik tersebut berada. Kalau soal apakah ini akibat pencemaran limbah pabrik, Ia mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan menentukan hal itu.

“Kami tidak dapat menentukan, sebab harus ada hasil laboratorium. Tugas pokok kami adalah melayani dan mengobati warga yang sakit,. Pasiennya ada anak – anak dan orang dewasa, ” pungkasnya(Sir)

Berita Terkait

Berikan Komentar