PKL Alun-alun Kota Bogor Akan Direlokasi ke Jalan Nyi Raja Permas, JM : Tidak Ada Lagi Tawar-Menawar

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor memastikan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di kawasan Alun-alun Kota Bogor akan direlokasi ke Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

‎Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat memimpin aksi Bebersih Alun-alun Kota Bogor, Jumat (2/1/2026).

‎Jenal Mutaqin mengatakan bahwa relokasi PKL merupakan bagian dari upaya penataan kawasan ruang publik agar Alun-alun Kota Bogor kembali berfungsi sesuai peruntukannya.

‎Jalan Nyi Raja Permas nantinya akan dijadikan pusat aktivitas PKL dan UMKM kuliner.

‎”Penertiban di Nyi Raja Permas itu insyaallah akan menjadi lokasi relokasi PKL Alun-alun. Tahun ini sudah kita anggarkan, nanti akan ada hanggar yang di dalamnya menjadi wisata PKL kuliner Dewi Sartika, kemudian Nyi Raja Permas dan sekitaran alun-alun,” ujar Jenal.

‎Ia menegaskan, setelah proses relokasi rampung, kawasan Alun-alun Kota Bogor harus steril dari aktivitas jual beli.

‎”Setelah itu, di Alun-alun harus clear. Tidak ada lagi tawar-menawar,” tegasnya.

‎Selain relokasi PKL, Pemkot Bogor juga tengah mengkaji penataan fasilitas pendukung lainnya, termasuk keberadaan shelter ojek online. Jika memungkinkan, shelter GO-JEK akan dipindahkan ke dalam kawasan yang telah ditentukan.

‎”Kalau memungkinkan, shelter kita relokasi ke dalam agar ruang publik lebih tertata. Supaya aktivitas manusia terpusat di Jalan Nyi Raja Permas, ekonomi UMKM dan PKL hidup di situ, dan tidak ada lagi yang mengotori jalan maupun trotoar,” terangnya.

‎Relokasi ini diharapkan mampu menciptakan ketertiban, kebersihan, serta menghidupkan perekonomian PKL dan UMKM secara terpusat di lokasi yang telah disiapkan Pemerintah Kota Bogor.

‎Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga mengungkapkan persoalan kebersihan yang masih menjadi perhatian serius. Pada aksi bebersih kali ini, volume sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 3,8 ton.

‎”Hari ini (Jum’at, 02 Januarai 2026, red) berhasil ai angkut sekitar 3,8 ton sampah. Kalau sehari-hari, sampah di Alun-alun itu sekitar 600 kilogram,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar