
Penjual Es Gabus Asal Bogor yang Dipukuli Oknum Aparat Langsung Dipanggil Dedi Mulyadi
Mediabogor.co, BOGOR – Usai menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat, Sudrajat (49) penjual es gabus yang tinggal di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor langsung dipanggil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM untuk bertemu.
Hal itu diungkap langsung oleh Sudrajat saat ditemui di kediamannya, pada Selasa malam, 27 Januari 2026.
“Iya besok (Rabu pagi bertemu KDM),” kata Sudrajat wartawan.
Sudrajat disinyalir bertemu dengan KDM di kawasan Bandung untuk menceritakan kejadian viral yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, Zaitun (18) anak ketiga Sudrajat membenarkan bahwa orang tuanya itu telah berangkat bersama kakaknya yang merupakan anak pertama untuk bertemu KDM.
“Bapak lagi ke KDM sama abang dan pak RW,” ujar Zaitun saat dikonfirmasi, Rabu, 28 Januari 2026.
Zaitun mengaku, tidak mengetahui maksud dari pertemuan orang tuanya itu dengan KDM.
“Kurang tau deh (pembahasan pertemuannya), mungkin bisa jadi (soal bantuan),” ucapnya.
Meskipun saat ini Sudrajat sedang dipanggil KDM, Zaitun mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan oknum aparat yang telah memfitnah dan memukuli orang tuanya itu di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 lalu.
“(Oknum aparat) sudah minta maaf klarifikasi dan beri motor, yaudah cukup gitu aja,” bebernya.
Zaitun menjelaskan, saat itu dirinya bersama ibunya sempat panik mencari Sudrajat yang tidak kunjung pulang ke rumah seperti biasanya.
“Bapak kan biasanya pulang jualan ke rumah jam 16.00 WIB, tapi ga pulang-pulang ditungguin makanya aku sama ibu sempat cari-cari ke stasiun kereta saat Maghrib tapi ga ada. Tau-tau pulang Subuh dan bilang katanya abis dipukuli,” paparnya.
Dia menambahkan, alasan oknum aparat itu menuduh Sudrajat menjual es gabus berbahan spons lantaran esnya yang sudah tidak terlihat dingin.
“Kata bapak itu esnya dibilang sudah keliatan ga dingin, jadinya mirip kayak spons gitu,” cetusnya.
Akibat kejadian itu, lanjut Zaitun, orang tuanya sempat meringis kesakitan saat pulang ke rumah dan ketakutan oleh oknum aparat tersebut yang menuduh tanpa bukti.
“Itu bapak luka memar di bawah mata,” tandasnya.
(Ergun)
Berikan Komentar