Nekat Terobos Banjir, Mobil Tercebur

Mediabogor.co, DEPOK – Hujan deras mengguyur Kota Depok sejak pukul 04.30 WIB, mengakibatkan sejumlah titik di Kota Depok terendam banjir hingga membuat mobil tercebur.

Salah seorang warga RW8 Kelurahan Cipayung, Asnawi (41) mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak kemarin hingga tadi pagi, menyebabkan Kali Pesanggerahan meluap. Kali yang menjadi batas wilayah antara Kecamatan Sawangan dengan Kecamatan Cipayung meluap dan memutus jalan penghubung antar Kecamatan.

“Iya sudah meluap dari kemarin di tambah lagi tadi subuh hujan sehingga akses jalan Kampung Bulak Barat tidak dapat di lalui kendaraan,” ujar Asnawi, Jumat (19/2/2021).

Asnawi menjelaskan, Jalan Kampung Bulak Barat banjir mencapai 50 senti meter. Namun, apabila air kiriman dari wilayah Bogor cukup deras, ketinggian air dapat mencapai 120 senti meter.

“Dulu sebelum warga di relokasi sebanyak delapan rumah terendam banjir, kalau sekarang hanya jalan yang terputus dan warga yang biasa melintas di jalan ini harus memutar,” terang Asnawi.

Sementara itu, banjir terpantau di Kampung Bakung RT1/5 Kelurahan/Kecamatan Cilodong. Di lokasi tersebut berada di dataran rendah, sehingga mengalami genangan air setinggi 40 senti meter bahkan sebuah mobil tercebur ke dalam kali.

Ketua RT1/5, Parnyo mengatakan, genangan air di lingkungannya sudah terjadi sejak pukul 05.00 WIB. Bahkan air dari Kali Cikiwul meluap dan menggenangi rumahnya setinggi 40 senti meter. Tidak hanya itu, sebuah mobil terguling masuk ke dalam kali dikarenakan genangan air menutupi jalan dan Kali Cikiwul.

“Mobil yang terguling tidak mengetahui ada kali di samping jalan, mobil itu milik produser film,” ucap Parnyo.

Parnyo menuturkan, saat ini mobil telah berhasil di angkat dari dalam kali dengan memanggil mobil derek setelah air di dalam kali telah surut. Apabila hujan deras Kali Cikiwul di lingkungannya akan menggenangi sekitar 20 rumah. Namun, banjir dilingkungannya akan surut selama satu jam.

“Sebelumnya kami sudah meminta Kali Cikiwul untuk dilakukan penurapan namun belum ada penanganan dari dinas terkait,” tutup. (Jar)

Berita Terkait

Berikan Komentar