Museum Zoologicum Bogoriense Hadirkan Ruang Imersif “Immerzoa”, Edukasi Fauna Kini Lebih Interaktif

‎Mediabogor.co, BOGOR – Museum Zoologicum Bogoriense atau Museum Zoologi terus berinovasi untuk menarik minat pengunjung sekaligus memperkuat perannya dalam mengkomunikasikan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

‎Melalui kerja sama antara PT Mitra Natura Raya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta dukungan brand SIMPATI, museum tersebut menghadirkan fasilitas baru bernama Immerzoa, ruang edukasi berbasis teknologi imersif.

‎Ruang ini dirancang untuk mengubah pengalaman berkunjung ke museum menjadi lebih hidup dan interaktif. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi spesimen hewan yang dipajang, tetapi juga dapat “masuk” ke dalam cerita visual mengenai fauna melalui teknologi digital yang menyelimuti seluruh ruangan.

‎Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan transformasi ini bertujuan mengubah wajah museum dari sekadar tempat penyimpanan spesimen menjadi ruang edukasi yang lebih modern.

‎”Transformasi ini mengubah museum dari sekadar ruang penyimpanan spesimen menjadi ruang immersive dan interaktif yang edukatif bagi pengunjung,” ujar kepada wartawan, Rabu 11 Maret 2026.


‎Menurutnya, Immerzoa merupakan ruang yang memadukan teknologi visual dengan seni naratif sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman menjelajahi kekayaan fauna Nusantara secara lebih emosional dan menarik.

‎”Melalui Immerzoa, edukasi kekayaan hayati Nusantara tidak lagi sekadar artefak diam, tetapi menjadi pengalaman yang hidup di hadapan mata pengunjung,” jelasnya.

‎Dalam ruang tersebut, teknologi video mapping imersif diproyeksikan di seluruh dinding ruangan. Saat disentuh, visual yang ditampilkan akan menjadi interaktif dan menghadirkan narasi mengenai berbagai satwa yang menjadi koleksi museum, seperti badak, paus, hingga harimau Jawa. Pengunjung pun akan merasakan sensasi seolah berada di tengah ekosistem digital tempat satwa-satwa tersebut bergerak di sekeliling mereka.

‎Manager Event Department PT Mitra Natura Raya, Rizki Ramadhan, menjelaskan bahwa pada tahap soft opening, Immerzoa menampilkan pemutaran visual dengan beberapa bagian konten yang diputar berulang (loop). Satu sesi pertunjukan berlangsung sekitar 20 menit.

‎”Bersama SIMPATI, Immerzoa tidak hanya berhenti sebagai ruang visual, tetapi berkembang menjadi ekosistem naratif yang melampaui batas statis. Ke depan, kolaborasi ini akan terus dikembangkan menjadi cerita baru tentang ekosistem hewan di dunia,” ujarnya.

‎Pada saat grand opening nanti, pengalaman Immerzoa akan dibagi menjadi tiga babak emosional, yakni menyadari luasnya bumi sebagai rumah bersama, menyelami kekayaan fauna Indonesia dari garis Wallace hingga Weber, serta menghadapi realitas krisis ekologi dan ancaman hilangnya habitat satwa.

‎Selain ruang imersif, inovasi lain juga hadir melalui Interactive Book di area Mamalia yang dipersembahkan oleh SIMPATI. Instalasi ini memadukan buku fisik dengan teknologi sinematik. Saat halaman buku dibuka, animasi digital akan muncul secara otomatis di atas kertas, menghadirkan cerita berjudul “Aira & Para Penjaga Hutan.”

‎Cerita tersebut mengajak pengunjung memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui kisah berbagai mamalia Nusantara seperti kukang, bekantan, macan tutul, harimau Sunda, hingga orangutan.

‎Untuk melengkapi pengalaman pengunjung, museum juga menghadirkan area komersial yang terdiri dari Cula Cafe dan Sora Merchandise. Cula Cafe menawarkan konsep grab-and-go dengan pilihan minuman, camilan ringan hingga gelato, sementara Sora Merchandise menyediakan berbagai produk dan koleksi bertema fauna yang terinspirasi dari pengalaman di ruang imersif.

‎Immerzoa memiliki kapasitas sekitar 20 orang dalam satu sesi dan pengunjung akan masuk secara bergantian. Fasilitas ini sudah dapat diakses oleh masyarakat tanpa biaya tambahan karena tiketnya sudah termasuk dalam tiket masuk museum, yakni sekitar Rp15.000 pada hari kerja dan Rp25.000 saat akhir pekan.

‎Pengelola berharap inovasi ini dapat meningkatkan kualitas edukasi di museum sekaligus menarik minat generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.

‎“Kami berharap dengan inovasi ini jangkauan edukasi museum bisa semakin luas, terutama bagi generasi muda. Pengalaman interaktif diharapkan membuat mereka lebih mudah memahami dan mengingat pentingnya menjaga keanekaragaman hayati,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar