Komisi IV DPRD Kota Bogor Soroti Minimnya Pemeliharaan, Dispora Diminta Benahi GOR Bogor Utara Jelang Porprov 2026

Mediabogor.co, ‎BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor memanggil Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor dalam rapat kerja yang digelar pada Selasa (7/4/2026).

‎Pertemuan tersebut membahas hasil audit fasilitas olahraga, khususnya kondisi GOR Bogor Utara, serta kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

‎Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, menyampaikan bahwa rapat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dispora beserta jajaran untuk memaparkan kondisi terkini fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.

‎Menurut Fajar, GOR Bogor Utara telah ditetapkan dalam status bencana berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan diperkuat melalui Surat Keputusan Wali Kota Bogor. Ia menjelaskan, kerusakan yang terjadi tidak hanya disebabkan faktor bencana, tetapi juga akibat kurang optimalnya pemeliharaan.

‎“Dari penjelasan Kadispora, memang ada faktor bencana. Namun di sisi lain, kurangnya maintenance juga menjadi penyebab. Anggaran perbaikan yang beberapa kali dicoret membuat kerusakan kecil tidak segera ditangani hingga menjadi besar,” ujarnya.

‎Komisi IV pun menekankan pentingnya peningkatan pemeliharaan fasilitas publik, mengingat GOR merupakan sarana yang digunakan masyarakat luas, bukan sekadar sumber pendapatan daerah.

‎Selain itu, Fajar mengungkapkan bahwa perbaikan GOR Bogor Utara akan dilanjutkan ke tahap kedua, termasuk penambahan fasilitas seperti karpet anti-slip guna meningkatkan keamanan pengguna. Ia juga mengapresiasi komitmen Kepala Dispora yang berinisiatif menyediakan kebutuhan tersebut, bahkan secara pribadi demi mencegah potensi kecelakaan.

‎“Kami mengapresiasi langkah Dispora. Harapannya ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin baik, terutama menjelang Porprov 2026 di mana Kota Bogor akan menjadi tuan rumah,” tambahnya.

‎Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, membenarkan adanya dua faktor utama penyebab kerusakan di GOR Bogor Utara. Pertama, faktor bencana alam seperti pohon tumbang yang dilaporkan BPBD pada 20 Maret lalu, termasuk kejadian serupa di wilayah Cimapar.

‎Kedua, faktor teknis akibat minimnya pemeliharaan, seperti kerusakan pada pipa penyangga pagar yang memungkinkan air hujan masuk dan memicu korosi.

‎“Kalau ada pemeliharaan rutin, kerusakan kecil bisa segera diperbaiki. Tapi karena keterbatasan anggaran, itu tidak dilakukan sehingga berdampak lebih besar,” jelas Anas.

‎Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan melalui pembangunan tahap lanjutan, termasuk melengkapi fasilitas pendukung seperti karpet pengaman. Untuk pengadaan tersebut, Dispora membuka peluang pembiayaan dari berbagai sumber, baik pribadi, pihak ketiga, maupun sponsor.

‎“Nilainya tidak terlalu besar, sekitar Rp6 jutaan. Insyaallah akan kami upayakan agar fasilitas ini segera tersedia demi keselamatan pengguna,” tutupnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar