
KDM Minta Kabupaten Bogor Bangun Rumah Vertikal, Tapi Masyarakatnya Gak Minat
Mediabogor.co BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor angkat suara terkait keinginan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM yang meminta wilayah padat penduduk membangun konsep rumah vertikal untuk menghindari banjir.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menyambut baik keinginan dari KDM tersebut.
“Saya sepakat dan sangat setuju apa yang disampaikan pak Gubernur, tapi kan sampai saat ini belum ada pihak pengembang perumahan itu yang mengusulkan,” kata Eko kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.
Eko menjelaskan, belum adanya usulan pembangunan konsep rumah vertikal dari pihak pengembang perumahan atau investor karena masyarakat Kabupaten Bogor kurang minat tinggal di rumah susun.
“Masyarakatnya kurang minat karena sampai saat ini masyarakat di Kabupaten Bogor itu lebih menyukai konsep rumah secara deret,” ujarnya.
Pemetaan wilayah untuk konsep rumah vertikal, kata Eko, cocok dibangun di Kecamatan Cibinong, Citeureup, Bojonggede, Babakan Madang, Cileungsi, Gunungputri, Jonggol, Parung, Kemang, Dramaga, hingga Leuwiliang.
“Kalau di wilayah Bogor Barat seperti Cigudeg dan Rumpin itu perlu dilihat secara lapangan, karena kontur tanahnya agak berbeda dan rawan bencana,” ucapnya.
Adapun, tambah Eko, ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi bagi investor untuk menghadirkan konsep rumah vertikal di Kabupaten Bogor.
“Harus masuk ke dalam tata ruang perkotaan tapi tidak dalam yang rawan bencana longsor dan banjir, harus di luar area lahan sawah yang dilindungi, dan tidak masuk area LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan),” bebernya.
Jika nantinya beberapa syarat itu dipenuhi, Eko mengaku tidak akan menyulitkan proses perizinan pembangunan konsep rumah vertikal.
“Kalau itu semuanya dipenuhi, maka ga perlu lama-lama lagi langsung kita percepat proses perizinannya,” cetusnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta sejumlah daerah yang padat penduduk untuk membangun konsep rumah vertikal dengan tujuan menghindari banjir.
“Perumahan di area padat penduduk seperti Bekasi, Depok, Bandung Raya, Bogor, dan wilayah lainnya yang dikategorikan padat penduduk. Maka, tidak ada pilihan lain selain rumah vertikal, apartemen karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu,” tandasnya.
(Ergun)
Berikan Komentar