
Jenal Mutaqin Dorong Peran Masyarakat Jadi Pemasok MBG Lewat Program Ayam Petelur
Mediabogor.co, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mendorong optimalisasi peran masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal melalui penyediaan pasokan komoditas pangan untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Jenal saat kegiatan silaturahmi bersama camat dan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Bogor Utara, Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Jenal, kebutuhan dapur MBG terhadap komoditas pangan seperti telur, ayam, buah, dan sayuran sangat besar dan berlangsung setiap hari. Kondisi ini dinilainya sebagai peluang emas bagi masyarakat Bogor untuk ikut terlibat langsung sebagai pemasok.
“Peluang ini saya anggap sebagai karpet merah bagi masyarakat Bogor agar bisa ikut ambil bagian. Dapur MBG membutuhkan pasokan komoditas yang cukup signifikan setiap harinya, termasuk telur,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bogor memulai program percontohan dengan membagikan 10 ekor ayam petelur kepada setiap LPM.
Meski masih dalam tahap awal, Jenal mengatakan program ini menjadi sarana pembelajaran untuk mengetahui produktivitas ayam petelur yang dikelola masyarakat.
“Hari ini memang baru sebatas percontohan. Kami ingin belajar bersama, setelah ayam bertelur nanti akan terlihat berapa produksi telur per hari dari ayam yang disiapkan,” jelasnya.
Ke depan, program tersebut direncanakan akan dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas, termasuk pemuda dan pemudi yang belum memiliki pekerjaan.
Konsepnya, setiap warga akan dititipkan satu kandang berisi 10 ekor ayam petelur untuk dikelola secara mandiri.
“Nantinya akan menjadi gelombang gerakan masif yang positif. Hasil telur bisa langsung disalurkan ke dapur MBG melalui Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.
Ia menegaskan, program ini murni merupakan inisiatif sosial yang tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Jenal berharap langkah awal ini dapat diikuti oleh berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Dampaknya sangat besar, mulai dari pengurangan pengangguran hingga perputaran ekonomi di masyarakat. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi terlibat langsung sebagai pemasok dapur bergizi di wilayahnya,” katanya.
Meski mengakui bukan berlatar belakang peternak, Jenal menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari perubahan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam penguatan ekonomi lokal.
“Mudah-mudahan ke depan masyarakat Bogor bisa menjadi pemasok telur di setiap kelurahan, bahkan untuk setiap dapur MBG yang ada di Kota Bogor,” pungkasnya.
Berikan Komentar