Dokumen Belum Lengkap, DPRD Ingatkan Pembangunan Trase Batutulis Jangan Terhambat

Mediabogor.co, ‎BOGOR – Rencana pembangunan trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor saat ini telah memasuki tahap lelang. Namun, informasi yang dihimpun, masih terdapat dokumen perencanaan yang belum sepenuhnya lengkap dari Pemerintah Kota Bogor, sehingga berpotensi menghambat proses pembangunan tersebut.

‎Anggota DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan (Dapi II) Bogor Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Said Muhamad Mohan, mengaku baru mengetahui adanya informasi terkait kekurangan dokumen perencanaan tersebut.

‎”Terus terang saya baru mendapatkan informasi ini. Namun informasi tersebut akan kami tindak lanjuti dan saya akan menyampaikannya kepada Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor,” ujar Mohan kepada wartawan, Jum’at 06 Februari 2026.

‎Ia menegaskan bahwa proses pembangunan trase baru Batutulis tidak boleh terhambat, terlebih sampai melewati batas waktu yang telah direncanakan.

‎Menurutnya, proyek tersebut harus diselesaikan pada tahun 2026 dan tidak boleh molor hingga tahun berikutnya.

‎”Kita tidak ingin proses pembangunan ini nyebrang tahun sampai 2027. Pembangunan trase Batutulis harus selesai tahun ini, 2026,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Mohan menyebutkan pihaknya juga akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Rizaldi, yang merupakan perwakilan daerah pemilihan Kota Bogor.

‎”Nanti kami akan sampaikan juga kepada Ketua Komisi IV Provinsi, Pak Rizaldi, karena beliau Dapil di Kota Bogor,” jelasnya.

‎Mohan menekankan pentingnya kejelasan terkait dokumen perencanaan yang belum dilengkapi oleh Pemerintah Kota Bogor.

‎Ia menyatakan DPRD ingin mengetahui secara rinci dokumen apa saja yang masih kurang untuk segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

‎”Kami ingin tahu dulu dokumen apa yang belum diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bogor kepada Pemerintah Provinsi. Setelah itu, akan kami coba sampaikan ke Dinas PUPR Kota Bogor agar segera ditindaklanjuti,” katanya.

‎Selain persoalan administrasi, Mohan juga menyoroti keluhan masyarakat terkait kondisi jalan sementara yang sempat terputus, khususnya bagi kendaraan roda dua. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu karena jalur tersebut merupakan akses vital warga.

‎”Aduan masyarakat, jalan sementara untuk roda dua sempat terputus sehingga sangat terganggu. Kalau jalan sementara itu tidak ada, maka titik-titik lain seperti Rangga Mekar, Cipaku, dan sekitarnya akan menjadi padat,” ungkapnya.

‎Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kota Bogor agar lebih serius dan responsif dalam mempercepat proses pembangunan trase baru Batutulis, termasuk memastikan seluruh dokumen perencanaan segera dilengkapi agar tidak menghambat proses lelang yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

‎”Jangan sampai persoalan dokumen justru menghambat pemerintah provinsi dalam melaksanakan lelang. Kami minta Pemerintah Kota Bogor serius agar pembangunan trase baru Batutulis bisa segera berjalan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar