
Dialog Dengan Bima, Seorang Siswi Kritisi SSA
mediabogor.com, Bogor – Suasana riuh ketika seorang siswi SMPN 1 Bogor bernama Hadifah menanyakan soal kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) seputar Kebun Raya Bogor (KRB). Karena, menurutnya bahwa banyak orang bilang kebijakan SSA hanya memindahkan kemacetan.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan dialog interaktif dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dalam acara Spensa Day, yang berlangsung di Halaman SMPN 1 Bogor Jalan Juanda Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.
Menanggapi pertanyaan siswa tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, mengatakan, Bahwa pusat Kota Bogor menjadi pusat dari semua aktivitas mulai dari pemerintahan, perdagangan, pendidikan dan hiburan berada dan itu terpusat di seputar KRB.
Ia kemudian menyebutkan, pertumbuhan kendaraan bermotor 14 persen/tahun tidak seimbang dengan pertumbuhan insfratruktur jalan hanya 0,1 persen/tahun. Setiap Minggu, 800 motor dan 200 mobil baru masuk ke Kota Bogor.
Angkot yang beroperasi di Kota Bogor jumlahnya 3.412 angkot. Sementara 40 persen-nya menjangkau di wilayah kota dan sebagian besar tumplek di sekeliling KRB. Artinya, kata Bima, perlu menahan laju kendaraan bermotor di pusat dipindah kepinggiran kota.
“Jadi, gula-nya dipindah ke pinggir. Lalu lintas harus direkayasa, mobil pribadi dikurangi, orang didorong naik kendaraan umum. Makanya sekarang mau reformasi angkot, angkot menjadi bus trans pakuan. Tahun ini tengah berproses,” ujarnya kepada murid – murid yang hadir di Spenda Day, Sabtu (04/03).
Bima menjelaskan, bahwa rute tempuh di Kota Bogor itu pendek-pendek, tidak seperti di Kota Bandung. Oleh karenanya, pemerintah mengambil langkah kebijakan penerapan SSA dimuali seputar jalur KRB.
Menjelang akhir penjelasan Bima mengakui pembenahan yang dilakukan pemerintah masihlah sangat panjang. SSA langkah awal dan memang betul pada jalur-jalur alternatif masih mengalami kemacetan.
Mungkin hal itu dikarenakan PKL dan parkir sembarangan belum sepenuhnya ditertibkan.
“Hal lain, banyak orang juga membeli mobil tapi tidak punya garasi sehingga mereka parkirkan kendaraan di badan jalan. Insya Allah, saya optimis Kota Bogor akan berkurang kemacetan dalam waktu dua sampai tiga tahun kedepan,” pungkasnya. (AW).
Berikan Komentar