
Bocah 9 Tahun Hanyut di Cisadane, Wakil Wali Kota Bogor Temui Keluarga Korban
Mediabogor.co, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengunjungi rumah duka Almarhum Muhamad Dirga (9), warga Gang Kosasih, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, yang meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus Sungai Cisadane, pada 02 Februari 2026 kemarin.
Dalam kunjungannya, Jenal Mutaqin mengaku terharu saat mendengar kisah pesan terakhir almarhum kepada sang ayah. Dirga sempat meminta uang sebesar Rp150 ribu untuk mentraktir ibunya makan di salah satu rumah makan mie, bertepatan dengan rencana perayaan ulang tahun ayahnya pada 16 Februari 2026.
”Sebagai orang tua, tentu tidak ada yang lebih berat selain kehilangan anak tercinta. Kita pasti menangis jika ditinggalkan anak atau orang yang sangat kita sayangi. Namun, bagaimanapun Allah SWT memiliki kehendak lain. Kita doakan semoga almarhum husnul khatimah,” ujar Jenal, Rabu 03 Februari 2026.
Jenal Mutaqin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah terlibat dalam proses pencarian. Para relawan diketahui bekerja selama kurang lebih 15 jam sejak Selasa sore pukul 16.00 WIB hingga akhirnya jasad almarhum ditemukan pada Rabu pagi di sekitar Jembatan Darul Quran, sekitar 1,7 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
”Pemerintah Kota Bogor sangat terbantu dengan kehadiran para relawan yang bekerja secara sukarela, tidak hanya dari Kota Bogor, tetapi juga dari Kabupaten Bogor. Kolaborasi ini sangat bermanfaat dan menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana,” katanya.
Ia berharap Kota Bogor senantiasa dilindungi dan dijauhkan dari berbagai bencana. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada, mengingat Sungai Cisadane telah menelan lebih dari satu korban.
”Saya mewakili Pemerintah Kota Bogor menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kami juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak agar bermain di tempat yang aman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa laporan anak hanyut diterima sekitar pukul 16.30 WIB di sekitar Jembatan Sarijan.
”Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan konsolidasi dan pencarian. Namun, pada pukul 20.15 WIB operasi pencarian sementara dihentikan karena kondisi arus sungai yang cukup deras dan berbahaya,” jelas Dimas.
Ia menyebutkan bahwa tim penyelam menemukan adanya patahan dan cekungan di dasar sungai, yang diduga menjadi faktor terseretnya korban. Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk pemasangan jaring, meskipun sempat beberapa kali tersangkut dan terpental akibat derasnya arus di sekitar Jembatan TB Pala.
”Kami telah menyampaikan kepada pihak keluarga untuk bersabar dan ikhlas. Tim tetap siaga 24 jam di lokasi, dan operasi pencarian akan terus dioptimalkan,” katanya.
Dari hasil kronologis, diketahui bahwa almarhum Muhamad Dirga bermain bersama tiga hingga empat temannya di pinggir Sungai Cisadane. Korban sempat berenang, namun tidak mampu melawan derasnya arus saat hendak kembali ke tepian. Kakaknya sempat berusaha menolong, namun korban terlanjur terseret arus.
Berikan Komentar