
Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, DPRD Fraksi Golkar Dorong Pemkot Buka Hotline untuk Warga Bogor
Mediabogor.co, BOGOR – Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian para wakil rakyat di daerah. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Fetty Anggraenidini, menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan keselamatan warga Kota Bogor yang berada di wilayah konflik tersebut.
Fetty menyampaikan, apabila terdapat warga Kota Bogor yang terjebak di negara konflik di Timur Tengah dan tidak dapat pulang ke Indonesia, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.
“Jika ada warga Kota Bogor yang sedang berada di negara konflik dan tidak bisa pulang, langkah awal adalah menghubungi KBRI setempat. Nanti kita bisa bekerja sama dengan KBRI untuk mencari cara bagaimana membawa mereka pulang ke Bogor atau memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang aman dan nyaman di negara tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at 06 Maret 2026.
Ia juga berharap konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir, mengingat dampaknya sangat luas, tidak hanya bagi negara yang berperang tetapi juga bagi masyarakat di Indonesia.
Menurut Fetty, gejolak konflik internasional bisa berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kenaikan harga minyak hingga kebutuhan pokok seperti beras dan sembako. Bahkan, ia menilai dampak psikologis mulai terasa di masyarakat.
“Dampaknya cukup besar, mulai dari harga minyak, harga beras, sembako, dan lainnya. Bahkan di Kota Bogor sudah mulai muncul gejala panic buying, masyarakat mengantri di pom bensin karena khawatir terjadi kelangkaan. Apalagi menjelang Lebaran biasanya harga-harga juga mulai naik,” jelasnya.
Meski demikian, Fetty mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Ia meyakini pemerintah pusat maupun daerah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan kebutuhan pokok maupun bahan bakar.
“Saya harap masyarakat tidak panik. Negara dan pemerintah pasti sudah memikirkan hal ini dengan baik. Insyaallah tidak akan ada kekosongan BBM maupun sembako. Jadi warga Kota Bogor diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh panic buying,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Golkar, Asep Nadzarullah yang akrab disapa Kevin, menambahkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memang belum membuka hotline khusus terkait warga yang berada di wilayah konflik Timur Tengah.
Menurutnya, sebelum membuka layanan tersebut, pemerintah perlu memastikan data yang akurat mengenai warga Kota Bogor yang berada di luar negeri.
“Ini harus berdasarkan data yang akurat, misalnya dari paspor warga Kota Bogor yang dibuat untuk tujuan ke mana, apakah ke Timur Tengah atau ke negara lain,” ujar Kevin.
Meski demikian, pihaknya akan mendorong agar Pemkot Bogor segera membuka hotline guna memudahkan pendataan dan komunikasi dengan warga yang berada di wilayah konflik.
“Insyaallah ini akan kita dorong melalui Komisi IV agar segera dibuat hotline, sehingga data bisa terdeteksi siapa saja warga Kota Bogor yang berada di wilayah Timur Tengah. Ini penting agar pemerintah bisa mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan mereka,” tegasnya.
Berikan Komentar