HMI Kota Bogor Dukung MBG, Dorong BGN 2.0 Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan
Mediabogor.co, BOGOR — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian rakyat.
Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam, menilai MBG dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani, pedagang, UMKM, dan tenaga kerja yang terlibat dalam rantai pasok pangan. Namun, manfaat tersebut perlu dipastikan melalui pengadaan yang transparan dan pelibatan pelaku usaha lokal.
HMI Kota Bogor juga menyoroti transformasi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) melalui konsep BGN 2.0 di bawah kepemimpinan Sudaryono. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, serta mendorong pelaksanaan MBG yang lebih efektif dan akuntabel.
Menurut Moeltazam, perubahan tata kelola harus dibuktikan melalui perbaikan nyata, mulai dari kualitas dan keamanan makanan, ketepatan sasaran, hingga transparansi penggunaan anggaran.
“Dukungan terhadap MBG bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Jika ditemukan kekeliruan, harus ada pemeriksaan, evaluasi, dan perbaikan agar program ini berjalan sesuai tujuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan perlu melibatkan pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa. Setiap persoalan yang ditemukan harus ditindaklanjuti secara objektif agar tidak terulang dan tidak merugikan penerima manfaat.
HMI Kota Bogor juga menyatakan siap kobalorasi dengan para stakeholder program MBG di Kota Bogor. Kolaborasi diperlukan agar pelaksanaan program strategis ini bisa berjalan dengan baik.
“Kami apresiasi kerja keras yang selama ini sudah dilakukan oleh Kepala KPPG Bogor, korwil, korcam, hingga kepala SPPG. Tentunya hal-hal yang kurang perlu ditingkatkan agar semakin lebih baik lagi”, ujar Moeltazam.
HMI Cabang Kota Bogor menyatakan siap mengawal pelaksanaan MBG melalui kajian, penyampaian aspirasi, dan kritik yang konstruktif. Bagi HMI, pengawasan bukan untuk melemahkan program, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“MBG harus mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Karena itu, dukungan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan,” tutup Moeltazam.
Berikan Komentar