Diikuti 250 Fighter, Jenal Mutaqin Dorong BT Unleashed Jadi Agenda Rutin dan Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

‎Mediabogor.co, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi penyelenggaraan ajang olahraga BT2 Unleashed yang digelar di Nako Arena, kawasan Kuntum Tajur, Kota Bogor, Sabtu 31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti sebanyak 250 fighter dari berbagai daerah di Indonesia hingga peserta dari Timor Leste.
‎
‎Jenal mengaku tidak menyangka jumlah peserta yang hadir jauh melampaui target awal penyelenggara. Pasalnya, kegiatan tersebut semula diperkirakan hanya diikuti sekitar 100 fighter, dengan sasaran utama pelajar dan mahasiswa.
‎
‎”Ini di luar dugaan. Memang pikir saya event lokal, pelajar-pelajar, mahasiswa. Namun, dari target 100 fighter yang direncanakan, ternyata antusiasme warga, para pelajar, fighter, baik amatir maupun profesional, cukup tinggi,” ujarnya.
‎
‎Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak penyelenggara, sebanyak 250 fighter ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Surabaya, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Timor Leste.
‎
‎Menurut Jenal, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga. Ia berharap BT2 Unleashed tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat diselenggarakan secara berkelanjutan di Kota Bogor.
‎
‎Orang nomor dia di Kota Bogor itu menilai, ajang tersebut tidak sekadar menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga dan mengembangkan kemampuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan, kebersamaan, serta persatuan antarpeserta.
‎
‎Bahkan, Jenal mengaku melihat langsung nilai sportivitas yang ditunjukkan para fighter selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, sikap saling menghargai antara peserta yang menang maupun kalah menjadi salah satu hal positif dari kegiatan tersebut.
‎
‎”Di dalam pertandingan saya melihat langsung sportivitas. Yang kalah dan yang menang langsung berpelukan. Ini luar biasa,” katanya.
‎
‎Lebih lanjut, ia menilai kegiatan olahraga seperti BT2 Unleashed dapat menjadi salah satu alternatif positif bagi kalangan pelajar dan generasi muda untuk menyalurkan energi serta bakatnya. Hal itu sekaligus diharapkan dapat membantu upaya pemerintah dalam menekan potensi kenakalan remaja, seperti perkelahian, tawuran antarpelajar, hingga balap liar.
‎
‎Jenal juga menyambut rencana penyelenggara yang akan menggelar kegiatan serupa setiap tiga bulan sekali. Ke depan, konsep pertandingan mini BT2 Unleashed diharapkan tidak hanya menghadirkan cabang olahraga kickboxing, tetapi juga olahraga lainnya.
‎
‎”Ke depan, tadi saya mendengar langsung dari Om Harlan, setiap tiga bulan insyaallah akan direncanakan event-event mini BT2 Unleashed. Tidak hanya kickboxing, tetapi juga akan ada padel, basket mungkin, kemudian air rock dan lain-lain,” jelasnya.
‎
‎Ia berharap pengembangan kegiatan tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar untuk terlibat. Bahkan, pihak distrik diharapkan ikut berperan dalam menjaring siswa-siswa yang memiliki bakat maupun ketertarikan untuk menunjukkan kemampuannya melalui pertandingan resmi.
‎
‎Menurutnya, dengan sosialisasi yang semakin luas, partisipasi masyarakat dan kalangan pelajar berpotensi terus meningkat. Terlebih, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang penyaluran minat dan bakat melalui kompetisi yang terarah.
‎
‎Selain mengapresiasi pertandingan, Jenal juga menyoroti rencana pengembangan Nako Arena sebagai mini sport center. Kawasan tersebut direncanakan menyediakan sejumlah fasilitas olahraga, seperti gym, padel, dan air rock.
‎
‎Lebih lanjut ia mengatakan, kehadiran fasilitas tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berolahraga tanpa harus terikat dengan keanggotaan atau membership pusat kebugaran.
‎
‎Masyarakat nantinya dapat mengakses fasilitas olahraga dengan sistem koin melalui aplikasi yang disiapkan panitia. Dengan sistem tersebut, pengguna diharapkan bisa menikmati fasilitas olahraga dengan tarif yang lebih terjangkau.
‎
‎”Dengan tarif yang lebih murah, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan akses untuk berolahraga tanpa harus menjadi member yang biayanya sampai jutaan rupiah. Saya rasa Nako Arena menjadi salah satu tempat yang sangat strategis bagi masyarakat,” pungkasnya.
‎

Berita Terkait

Berikan Komentar