Pusat Pemerintahan Baru Bogor Mulai Disiapkan, Jalan Tembus Capai 48 Persen

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan pusat pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Saat ini, terdapat dua pekerjaan yang tengah berjalan di kawasan tersebut, yakni pembersihan lahan (land clearing) dan pembangunan jalan tembus menuju Bogor Raya City yang mengarah ke akses Tol Bogor Selatan.

Hal itu dikatakan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru pada Senin (12/10/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan kesiapan kawasan yang direncanakan menjadi pusat pelayanan masyarakat tersebut.

Dedie menjelaskan, pekerjaan pembersihan lahan dilakukan sebagai tahap awal untuk menyiapkan area pembangunan sejumlah fasilitas pemerintahan dan sarana pendukung lainnya.

“Land clearing ini untuk memastikan rencana pekerjaan beberapa bangunan dan fungsi di area calon kantor pemerintahan Kota Bogor masa depan,” ujar Dedie Rachim.

Di atas lahan seluas enam hektare itu, Pemkot Bogor merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas, mulai dari kantor pemerintahan, masjid, hingga sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga Bogor Timur.

Keberadaan pusat pemerintahan baru ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik. Nantinya, sebanyak 21 organisasi perangkat daerah (OPD) direncanakan menempati kawasan tersebut.

“Sehingga masyarakat nanti tidak terpencar-pencar kalau mengurus izin dan kebutuhan layanan lainnya. Nanti ada di sini semua,” jelasnya.

Sementara itu, pekerjaan kedua berupa pembangunan jalan tembus yang menghubungkan akses Tol Bogor Selatan melalui kawasan Bogor Raya City menuju area perkantoran Pemkot Bogor, kemudian kembali terhubung ke kawasan Bogor Raya.

Menurut Dedie, progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai 48 persen dengan deviasi positif sebesar 10 persen. Pekerjaan ditargetkan rampung pada November 2026, sebelum dilanjutkan dengan tahapan uji coba dan penyempurnaan fasilitas pendukung.

“November selesai, tetapi nanti ada uji coba, melengkapi marka dan lain sebagainya. Lampu juga harus ada,” katanya.

Jalan tersebut diharapkan dapat mulai digunakan masyarakat pada akhir tahun 2026 hingga Januari 2027. Kehadirannya diproyeksikan mempermudah mobilitas warga Bogor Timur, terutama yang tinggal di sekitar kawasan Bogor Raya, menuju Summarecon maupun Bogor Raya City.

Dalam peninjauan itu, Dedie juga mengecek keberadaan tiga sumber mata air yang berada di kawasan pembangunan. Dua sumber berada di sisi kiri area, sedangkan satu sumber lainnya berada di bagian tengah dengan debit yang relatif lebih kecil.

Ia menyebutkan, sumber air tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat Pangulaan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pemkot Bogor, kata Dedie, tetap membuka akses pemanfaatan air bagi masyarakat sekitar melalui penyediaan sambungan pipa.

“Dari Pemerintah Kota Bogor mengizinkan untuk dibuatkan pipa sambungan. Jadi, air di sini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bogor Timur,” ungkapnya.

Ke depan, potensi sumber air tersebut juga akan dikaji untuk mendukung kebutuhan pembibitan tanaman.

Menurut Dedie, pembangunan pusat pemerintahan di Katulampa merupakan bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Kita terus mencoba mencarikan alternatif-alternatif untuk pemerataan pembangunan di wilayah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar