Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Mediabogor.co. BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali erupsi sejak Minggu 5 September 2026 dini hari.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan abu vulkanik bisa berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit.

“Abu vulkanik mengandung partikel debu halus dan material silika yang dapat mengganggu kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, mata, dan kulit,” jelas Fusia, Senin 7 September 2026.

Fusia menyebut paparan abu vulkanik dapat menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan hingga memperparah kondisi penderita asma dan PPOK.

“Gunakan masker (sebaiknya masker N95 atau minimal masker medis 2 lapis) setiap kali beraktivitas di luar ruangan,” ungkap dia.

Selain menggunakan masker, warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama sebaran abu masih terjadi.

Fusia juga mengingatkan kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis agar mendapat perhatian lebih.

“Segera periksakan diri ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat apabila mengalami sesak napas yg berat, nyeri dada, atau iritasi mata/kulit yang tidak membaik,” terangnya.

Warga juga diminta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mencegah abu masuk. Pengendara motor disarankan memakai helm dengan kaca pelindung atau kacamata serta masker.

Untuk mendapatkan bantuan medis maupun informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Puskesmas terdekat, Instalasi Gawat Darurat rumah sakit, atau PSC 119 yang siaga selama 24 jam.

Dinkes Kabupaten Bogor mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan menjaga kesehatan diri serta keluarga selama kondisi sebaran abu vulkanik berlangsung.

Berita Terkait

Berikan Komentar