Hujan Makin Jarang di Kabupaten Bogor, BMKG Ungkap Kondisi Sejumlah Wilayah
Mediabogor.co, BOGOR – Intensitas hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor mulai berkurang. Kondisi ini terlihat dari adanya beberapa daerah yang sudah melewati belasan hari tanpa hujan.
Meski hujan mulai jarang turun, kondisi tersebut belum terjadi secara menyeluruh di Kabupaten Bogor. Beberapa wilayah masih mendapat guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri Syabani, menjelaskan kondisi hari tanpa hujan di Kabupaten Bogor cukup beragam. Ada wilayah yang sudah tidak mengalami hujan hingga 20 hari, sementara daerah lainnya masih mendapatkan hujan.
“Sebagian wilayah di Kabupaten Bogor memang ada yang tidak terjadi hujan selama 20 hari berturut-turut,” jelas Fatuhri, Jumat (4/9/2026).
“Namun wilayah lainnya ada yang masih hujan di 10 hari terakhir,” sambungnya.
Fatuhri mengatakan perbedaan tersebut menunjukkan bahwa curah hujan di Kabupaten Bogor belum tersebar secara merata. Hujan yang masih turun di beberapa lokasi juga memiliki intensitas yang berbeda.
“Kondisi ini menandakan bahwa di Kabupaten Bogor di beberapa wilayah masih turun hujan dan intensitasnya bervariasi,” katanya.
Salah satu wilayah yang masih mengalami hujan berada di sekitar perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Hujan masih tercatat turun di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Dengan kondisi itu, BMKG menyebut Kabupaten Bogor belum sepenuhnya berada dalam kondisi kering. Masih terdapat sejumlah wilayah yang menerima hujan meski tidak merata.
“Sehingga bisa dikatakan ada beberapa wilayah yang masih terdapat hujan,” ungkap dia.
Di tingkat Jawa Barat, kondisi curah hujan juga terbilang rendah. Berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi Jawa Barat pada Dasarian III Agustus 2026, sekitar 99 persen wilayah Jawa Barat berada dalam kategori curah hujan rendah.
Sementara itu, hanya satu persen wilayah yang tercatat mengalami curah hujan kategori menengah.
Pemantauan hari tanpa hujan juga menunjukkan adanya wilayah yang mengalami kondisi cukup ekstrem. Sebanyak 43 persen wilayah Jawa Barat masuk kategori kekeringan ekstrem karena mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan.
Kondisi minim hujan tersebut perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih dan keadaan lahan, terutama jika berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.
Terkait musim hujan, Fatuhri menyampaikan bahwa secara umum wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Oktober hingga November. Namun, setiap daerah memiliki waktu masuk musim hujan yang berbeda.
“Secara umum wilayah Jawa Barat mulai awal masuk Musim Hujan (MH) pada Oktober-November, namun setiap wilayah berbeda-beda mulai masuk MH-nya sesuai daerah Zona Musim nya,” sebut dia.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan karakteristik masing-masing wilayah, termasuk kondisi topografi, bentang wilayah, serta pola angin muson yang membawa massa udara dari Australia dan Asia.
Berikan Komentar