DPRD Kabupaten Bogor Dukung Kajian Kereta Gantung di Kawasan Puncak
Mediabogor.co, BOGOR — Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Bogor.
Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu terobosan untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan potensi pariwisata daerah.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, mengatakan rencana pembangunan kereta gantung masih berada dalam tahap kajian. DPRD, kata dia, siap mendukung berbagai inovasi yang sejalan dengan target pembangunan daerah.
“Salah satu target RPJMD pemerintah Kabupaten Bogor ya, dan kita kan mitra ya. Adalah menyelesaikan permasalahan Puncak, macetnya. Di saat yang sama meningkatkan potensi wisatanya dan untuk menjadi pemasukan bagi Kabupaten Bogor,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Menurut Agus Salim, DPRD Kabupaten Bogor terbuka terhadap berbagai terobosan dan ide yang dinilai memiliki manfaat bagi masyarakat serta daerah.
“Maka dari itu, kalau memang ada berbagai terobosan, uji kelayakan, ide-ide dari anak bangsa yang bagus, kami sangat open sekali,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan rencana tersebut harus melalui kajian menyeluruh, terutama terkait dampak lingkungan, keberpihakan kepada masyarakat, potensi pendapatan asli daerah (PAD), serta kemampuan pembiayaan.
“Asalkan kemudian itu tetap nanti kan pasti ada uji lingkungannya, gimana kemudian keberpihakan kepada masyarakatnya. Kemudian untuk penambahan PAD kita. Terus daya dukung dan daya pembiayaan dari apa dari APBD kita,” jelasnya.
Agus Salim menilai pembiayaan proyek juga dapat dilakukan melalui berbagai skema, termasuk dengan melibatkan investor tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Atau bisa jadi kemudian investor dari luar tanpa menggunakan APBD, kan bisa macam-macam itu ya, berbagai skema itu. Biar dikaji. Kita siap support karena itu bagian dari target RPJMD,” ujarnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, Agus Salim berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memaksimalkan keterlibatan investor agar pembangunan tidak membebani APBD.
“Sebisa mungkin kalau ada bisikan menarik para investor, gitu ya. Dan full itu malah dari luar, ya cakep kayaknya, enggak ngerepotin APBD kita. Konsentrasi kita pembangunan yang lain maksimal, terus ada investor dan itu menguntungkan, kenapa tidak, satu,” katanya.
Selain pembiayaan, ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan serta memastikan pembangunan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Yang kedua, pasti lingkungan, keberpihakan pada para UMKM, kemudian juga harus memberikan hal yang positif lah, bukan negatif,” pungkasnya.
Berikan Komentar