Rumah di Layungsari Bogor Selatan Terbakar, Seorang Perempuan Meninggal Dunia
Mediabogor.co, BOGOR – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah di Kampung Layungsari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (14/8/2026) malam. Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun meninggal dunia.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB, atau setelah waktu magrib.
“Jadi tadi setelah maghrib pukul 18.00 lebih kita mendapatkan informasi ada kejadian kebakaran di Kampung Layungsari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor,” katanya.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Pos Sukasari langsung bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian mendapat dukungan dari Pos Cibuluh untuk melakukan proses pemadaman.
Menurut Teofilo, api pertama kali diketahui berasal dari bagian kamar rumah. Namun, hingga kini penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
“Awal api berasal dari kamar, hanya saja kita belum tahu penyebabnya apa,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun menjadi korban. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bagian kamar depan rumah.
“Korban ditemukan di kamar depan,” kata Teofilo.
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban sempat keluar dari rumah. Namun, korban kemudian kembali masuk setelah mengetahui anaknya masih berada di dalam rumah.
“Ada indikasi dia keluar, kembali lagi karena melihat anaknya di dalam, dan anaknya sudah diselamatkan juga oleh warga,” jelasnya.
Diketahui, rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga (KK) dengan total empat orang. Anak korban berhasil diselamatkan oleh warga sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Proses pemadaman api di lokasi mengalami sejumlah kendala. Salah satunya akses menuju rumah yang berada di bagian dalam permukiman cukup terbatas.
“Kendalanya dalam pemadaman ini karena posisinya ada di dalam. Jadi jalannya hanya satu dan ini menjadi kendala,” ungkap Teofilo.
Selain akses yang sempit, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air. Hidran yang dapat digunakan berada di bagian depan, sehingga petugas harus bolak-balik mengambil pasokan air.
“Ditambah hidran hanya ada di depan, jadi kita bolak-balik untuk ambil air ke depan,” tuturnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Bogor mengerahkan total lima unit kendaraan. Selain armada pemadam, turut diterjunkan ambulans dan kendaraan rescue untuk mendukung proses penanganan di lokasi.
”Semuanya ada lima unit dengan ambulans dan rescue juga,” tandasnya.
Berikan Komentar