Motor Masih Menyala, ASN Pemkot Bogor Diduga Terjatuh dari Jembatan Cipaku-Pamoyanan, Petugas Masih Melakukan Pencarian
Mediabogor.co, BOGOR – Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Bayu (36), warga Kampung Gg. Amil, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yang diduga terjatuh dari jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Bayu diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja sebagai pegawai perpustakaan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Jembatan tersebut juga merupakan jalur yang biasa dilaluinya saat berangkat maupun pulang kerja.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan peristiwa tersebut diketahui setelah korban melintas di jembatan sepulang kerja selepas Magrib.
”Setelah Magrib yang bersangkutan pulang kerja dan melintas. Memang biasanya beliau pulang-pergi melewati jembatan penghubung tersebut,” katanya kepada wartawan.
Menurutnya, tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung saat korban diduga terjatuh. Namun, petugas menemukan sepeda motor milik korban masih dalam kondisi menyala di atas jembatan.
”Dugaannya ketika turunan di ujung jembatan. Tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung dan ditemukan motornya masih menyala di jembatan,” ujarnya.
Dugaan korban terjatuh ke aliran air di bawah jembatan semakin menguat setelah petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa helm dan tas.
Dimas menyebut, dari titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh hingga permukaan air, jaraknya diperkirakan sekitar 100 meter.
”Dugaan sementara yang bersangkutan terjatuh ke aliran di bawah jembatan karena diperkuat dengan ditemukannya helm dan tas,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD belum dapat memastikan penyebab korban sampai terjatuh. Petugas masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan korban.
“Untuk penyebabnya belum diketahui. Yang pasti kendaraannya ada di atas jembatan,” katanya.
Dimas juga belum dapat memastikan apakah kondisi jembatan yang memiliki bagian menurun menjadi faktor penyebab kejadian. Menurutnya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi di lokasi secara menyeluruh.
“Kalau dibilang jembatan itu curam atau tidak, mungkin kemiringannya berdasarkan perhitungan. Cuma kita tidak tahu kondisi lainnya, jadi tidak bisa memprediksi,” tuturnya.
Memasuki hari kedua pencarian pada Jumat (14/8/2026), petugas gabungan masih menyisir area sekitar aliran air di bawah jembatan untuk mencari keberadaan korban.
Berikan Komentar