
Keluhan Warnai Penerapan Tarif Parkir Baru di Stasiun Cibinong
Mediabogor.co, BOGOR – Penerapan tarif parkir baru di Stasiun Cibinong yang mulai berlaku pada 10 Juli 2026 menuai keluhan dari sejumlah pengguna pengelola parkir mandiri, hingga ojek pangkalan.
Berdasarkan pengumuman yang dipasang di area stasiun, tarif parkir motor kini menjadi Rp2.000 untuk lima menit pertama, Rp3.000 pada satu jam pertama, Rp2.000 setiap jam berikutnya, dengan tarif maksimal Rp10.000 selama 12 jam dan tarif inap Rp15.000.
Sementara tarif mobil dipatok Rp3.000 untuk lima menit pertama, Rp5.000 pada satu jam pertama, Rp3.000 setiap jam berikutnya, maksimal Rp25.000 selama 12 jam, dan tarif inap Rp30.000.
Pengelola lahan parkir mandiri, Bejo (51), mengatakan sebelum aturan baru diterapkan, tarif parkir di lokasi yang dikelolanya hanya Rp5.000 untuk satu hari penuh, mulai kereta pertama hingga kereta terakhir.
“Awalnya Rp5.000 di sini. Tarif pagi sampai malam, dari kereta pertama sampai kereta terakhir. Kalau menginap Rp15 ribu dan masih tetap,” kata Bejo, Jumat (10/07/2026).
Menurut Bejo, para pengelola parkir di lapangan tidak pernah menerima pemberitahuan secara langsung mengenai perubahan sistem parkir. Informasi, kata dia, hanya disampaikan kepada pemilik lahan.
“Paling ke yang punya-nyanya aja. Kalau karyawan mah enggak. Yang punya parkiran ini, karena lahannya pribadi,” ujarnya.
Ia juga menyebut lahan parkir yang selama ini dikelolanya tidak lagi beroperasi karena akses kendaraan akan dipusatkan pada pintu masuk yang dikelola operator baru.
“Di sini sudah ditutup, enggak beroperasi. Kan pintu gate-nya satu,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Ojek Pangkalan Stasiun Cibinong, Endang (60). Ia mengatakan banyak pengguna merasa keberatan dengan tarif baru sehingga mulai memanfaatkan lahan parkir di luar kawasan stasiun.
“Pada umumnya pemakai itu keberatan dengan harga ini. Di luar sekarang banyak yang buka parkir karena di sini sudah enggak semurah dulu,” kata Endang.
Endang menilai penerapan kebijakan tersebut juga minim sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pengelola parkir, pedagang, dan ojek pangkalan.
“Enggak ada sosialisasi. Tahu-tahu cuma ada papan pemberitahuan saja,” ujarnya.
Selain persoalan tarif, ojek pangkalan juga masih menunggu kepastian terkait akses masuk ke area stasiun. Mereka berharap tetap dapat beroperasi di dalam kawasan agar tidak menambah kemacetan di ruas jalan depan stasiun.
“Harapan kami tetap bisa cari usaha di sini. Kalau semua di luar, macetnya pasti lebih parah. Saya sudah ngojek di sini sekitar 30 tahun,” pungkasnya.
Berikan Komentar