
Krisis Air Bersih Meluas, Wabup Bogor Ajak Warga Mulai Hemat Air
Mwdiabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air guna mengantisipasi kondisi yang semakin meluas.
Seperti diketahui, krisis air bersih mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor seiring dampak musim kemarau yang semakin terasa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sedikitnya enam desa di lima kecamatan telah mengalami krisis air bersih sejak pertengahan Juni 2026.
Selain itu, ratusan warga di Kecamatan Babakan Madang juga terdampak kekeringan dan telah menerima bantuan distribusi air bersih.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan kekeringan, agar mulai menggunakan air secara bijak.
“Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Bogor, terutama yang berada di wilayah rawan kekeringan, untuk mulai menghemat penggunaan air sejak sekarang. Jangan menunggu sumber air benar-benar kering baru kita bertindak,” ujar pria yang kerap disapa Jaro Ade, Kamis (9/7/2026).
Jaro Ade juga meminta pemerintah desa dan kecamatan aktif memantau kondisi di wilayah masing-masing. Menurutnya, setiap laporan mengenai kesulitan air bersih harus segera disampaikan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Segera koordinasikan dengan BPBD jika ada warga yang kesulitan air bersih. Jangan sampai laporan terlambat diterima karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan cadangan air bersih, memanfaatkan tandon atau toren yang telah disediakan pemerintah daerah, memperbaiki kebocoran pipa maupun keran, serta menggunakan kembali air bekas pakai yang masih layak untuk kebutuhan seperti menyiram tanaman.
Berikan Komentar