Jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor Tertinggi di Jabar, Rudy Susmanto Siapkan Penguatan Fasilitas Sosial

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan langkah konkret menyikapi tingginya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayahnya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memperkuat fasilitas pelayanan sosial agar penanganan terhadap ODGJ bisa berjalan lebih optimal.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, Pemkab Bogor akan melengkapi sarana yang sudah dimiliki, termasuk Balai Kesejahteraan Sosial di Kecamatan Citeureup yang selama ini menjadi tempat penampungan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan layanan sosial.

“Tentunya kita ingin melengkapi seluruh fasilitas yang ada. Salah satunya tempat sementara kita ada namanya Balai Kesejahteraan Sosial yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di Citeureup,” kata Rudy, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, Pemkab Bogor juga akan meningkatkan fungsi Balai Kesejahteraan Sosial milik Kementerian Sosial yang berada di Galuga. Di sisi lain, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit jiwa terdekat untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi ODGJ.

“Lalu ada Balai Kesejahteraan Sosial dari Kementerian Sosial yang ada di Galuga, tetapi pusat rumah sakit untuk gangguan jiwa ada di Kota Bogor,” jelasnya.

Rudy menegaskan, penanganan persoalan kesehatan jiwa tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu daerah. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama antarpemerintah daerah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

“Rumah sakit jiwa yang terdekat, inilah kita hidup berbangsa dan bernegara. Salah satu rumah sakit jiwa yang ada terdekat adalah Kota Bogor. Nah, inilah perlunya kolaborasi, sinergi, sinergitas antara kabupaten/kota, baik Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, saling melengkapi,” ungkap Rudy.

Berdasarkan data yang beredar, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat, dengan angka mencapai sekitar 7.321 orang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan fasilitas serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa.

Berita Terkait

Berikan Komentar