
Data Akurat hingga Sekolah Rakyat, Tiga Mandat Presiden untuk Kemensos
Mediabogor.co, BOGOR – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan Presiden memberikan tiga mandat strategis kepada Kementerian Sosial. Ketiga arahan tersebut menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program Kemensos ke depan.
Tiga mandat itu meliputi konsolidasi data agar semakin akurat, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, serta pengembangan program Sekolah Rakyat. Seluruhnya akan dijalankan dengan mengacu pada Asta Cita Presiden dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Tiga mandat strategis yang diberikan oleh presiden kepada Kementerian Sosial yang pertama, konsolidasi data agar datanya makin akurat, sasarannya kemudian tepat, dan terakhir tentang sekolah rakyat,” ujar Gus Ipul, Senin (29/6/2026).
Gus Ipul menjelaskan, ketiga mandat tersebut akan diterjemahkan ke dalam program perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan sosial. Tujuannya agar bantuan pemerintah tidak hanya tersalurkan, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian masyarakat.
“Kita harapkan elaborasi pendalaman ini nanti akan tersusun program yang lebih terintegrasi, program yang tepat sasaran, program yang berdampak pada peningkatan kemandirian keluarga-keluarga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dari yang sebelumnya bergantung pada bansos, kemudian menjadi keluarga yang lebih mandiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga mengungkapkan Kementerian Sosial memperoleh pagu indikatif anggaran lebih dari Rp84 triliun. Sebagian besar anggaran tersebut akan digunakan untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat.
“Kita baru mendapatkan pagu indikatif 84 triliun lebih, ya, yang mencoba ini kita terjemahkan. Sebagian besar tentu adalah bantuan langsung kepada masyarakat,” ungkap Gus Ipul.
Presiden juga memberikan arahan agar anggaran bantuan sosial dikelola secara bertanggung jawab. Gus Ipul menegaskan bantuan tersebut harus diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
“Anggaran besar yang merupakan bantuan untuk keluarga-keluarga rentan, keluarga-keluarga yang paling tidak mampu ini, tidak boleh dikorupsi, tidak boleh diselewengkan, tidak boleh diotak-atik untuk kepentingan pribadi. Tapi justru ini harus sampai kepada mereka yang paling berhak,” imbuh dia.
Untuk mendukung ketepatan sasaran, Kemensos terus melakukan konsolidasi data bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BPS. Selain itu, digitalisasi bantuan sosial berbasis kecerdasan buatan (AI) juga tengah disiapkan guna mempermudah pemutakhiran data penerima.
“Dengan aplikasi ini, diharapkan nanti, ya, mereka-mereka yang berhak mendapatkan bantuan itu benar-benar bisa dijangkau lewat aplikasi yang berbasis AI yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada semua masyarakat agar terlibat di dalam pemutakhiran data ini,” tutupnya.
Berikan Komentar