
Penantian Bertahun – Tahun Jembatan Penghubung di Paledang dalam Proses On The Way
Mediabogor.co. BOGOR – Setelah bertahun-tahun menjadi aspirasi warga, pembangunan sejumlah infrastruktur strategis di Kelurahan Paledang akhirnya mulai direalisasikan pada tahun 2026. Pemerintah Kota Bogor menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), jembatan penghubung antarwilayah, serta kantor kelurahan baru guna meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan publik.
Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir, mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas, keselamatan warga, sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
“Ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak. Aspirasi masyarakat terus kami dorong hingga akhirnya dapat direalisasikan pada tahun ini,” ujar Ali saat ditemui dalam kegiatan di Posyandu Lebak Sari, Kamis (25/6/2026).
Salah satu proyek yang kini memasuki tahap pengerjaan adalah pembangunan JPO di kawasan Lebak Sari. Jembatan sepanjang 45,6 meter dengan lebar 1,8 meter itu dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp2,7 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan.
Menurut Ali, pembangunan JPO tersebut sangat penting mengingat kondisi geografis wilayah Paledang yang berbukit dan memiliki sejumlah titik rawan longsor. Kehadiran jembatan baru diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Di lapangan, proses pengerjaan menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait mobilisasi material karena padatnya kawasan permukiman. Namun demikian, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
“Sebagian pekerja berasal dari lingkungan setempat sehingga masyarakat tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga memperoleh manfaat selama proses pengerjaan berlangsung,” katanya.
Selain JPO Lebak Sari, Pemkot Bogor juga membangun jembatan penghubung antara Kelurahan Paledang dan Pasir Jaya. Infrastruktur yang memiliki nilai investasi sekitar Rp2,7 miliar itu saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Keberadaan jembatan tersebut diyakini akan memangkas waktu tempuh masyarakat serta memperkuat hubungan antarwilayah yang selama ini terpisah oleh kondisi medan dan akses yang terbatas.
Tidak hanya fokus pada konektivitas, pemerintah juga tengah merevitalisasi fasilitas pelayanan publik melalui pembangunan kantor Kelurahan Paledang yang baru. Proyek senilai Rp1,7 miliar itu telah berjalan selama lima pekan dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, di pusat kota, Pemkot Bogor juga berencana membongkar JPO Paledang lama yang berada di dekat Stasiun Bogor. Struktur tersebut telah lama tidak difungsikan karena faktor keselamatan dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sebagai penggantinya, pemerintah akan menyediakan fasilitas pelican crossing yang dilengkapi lampu penyeberangan untuk membantu pejalan kaki menyeberang dengan lebih aman.
Ali mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama di Paledang yang memiliki luas wilayah sekitar 176 hektare dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 11 ribu jiwa. Di balik posisinya sebagai kawasan strategis yang mencakup pusat perdagangan, perbankan, hingga area wisata dan pemerintahan, Paledang juga menghadapi tantangan berupa akses jalan lingkungan yang sempit dan kondisi permukiman di area perbukitan.
Persoalan akses jalan, menurutnya, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Kondisi tersebut kerap menyulitkan mobilitas warga maupun kendaraan darurat saat dibutuhkan.
Karena itu, setelah penyelesaian proyek-proyek jembatan pada tahun ini, pemerintah telah menyiapkan agenda lanjutan berupa peningkatan jalan lingkungan dan pembenahan sistem drainase pada tahun 2027.
“Kami ingin pembangunan tidak berhenti pada jembatan saja. Ke depan, akses jalan dan drainase juga harus diperbaiki agar kualitas hidup masyarakat semakin meningkat,” tutupnya.
Berikan Komentar