RW 07 Gunung Sari Gelar 10 Muharram 1448 H, Sereun Taun Mapak Taun diwarnai upacara adat Sunda

Mediabogor.co, BOGOR – Dalam rangka Memperingati 10 Muharram 1447 H, Sereun Taun Mapak Taun yang bertajuk ” Semangat Muharam dalam budaya Sunda merawat budaya, menebar kebaikan memuliakan anak yatim dan meraih keberkahan ” RW 07 bekerjasama dengan pemerintah Desa Gunungsari dan Karang Taruna Gunung Sari (Katar).

“Dengan Rangkaian Upacara adat Sunda, Festival Dondang, Festival Tumpeng, Santunan Anak Yatim, Dzikir dan do’a bersama. Acara yang digelar di halaman kolam renang Tirta Endah, Desa Gunungsari, kecamatan Pamijahan, kabupaten Bogor. ” Kata Endang ketua Rw O7 kepada mediabogor.co. kamis (26/6/2025). Berlangsung berjalan dengan lancar

Endang ketua Rw 07 Mengatakan, ” Dalam memperingati 10 Muharram 1448 H dan Sereun Taun Mapak Taun masyarakat se – Rw 07 dan Pemerintahan Desa bersama Karang taruna yang membantu acara berlangsung bisa Ukhuwah Islamiah dan mempererat tali silaturahmi.

“Dalam kegiatan ini di warnai rangkaian acara Upacara adat Sunda, Festival Dondang, Festival Tumpeng, Santunan Anak Yatim, Dzikir dan do’a bersama. menjadi rangkaian kegiatan yang digelar setiap tahun di Rw 07 dalam memperingati 10 Muharram 1448 H, Sreun Taun Mapak Taun. ” Ucapnya.

Di tempat yang sama Hermansyah kepala Desa Gunungsari mengatakan, ” Alhamdulillah masyarakat sangat antusiasme dalam kegiatan memperingati 10 Muharram 1448 H, selain kegiatan Upacara adat Sunda, Festival Dondang, Festival Tumpeng, dan menyantuni 160 Santunan Anak Yatim ditutup dengan Dzikir dan do’a bersama masih banyak penampilan-penampilan Pentas Seni, Jaipongan, Karinding Tarawangsa.

“Dan Terimakasih kepada panitia Rw 07, dan masyarakat se – Rw 07 serta Karang taruna Desa Gunung Sari yang sudah membantu jalannya kegiatan yang cukup padat serta persiapan dari awal sampai nanti di akhir acara, ini sangat positif tetap konsisten dan menjaga serta melestarikan budaya Sunda dan kedepannya agar lebih ditingkatkan.

“Saya salut dan bangga serta terima kasih kepada ketua Rw 07 dan ketua Rt 01 sampai 05 beserta masyarakat Rw 07 yang sudah mau menggelar acara seperti ini, dan semoga ini menjadi program tahunan dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Pada intinya kami pemerintahan Desa Gunung Sari segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Masyarakat Rw 07 upaya menjaga identitas dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah arus globalisasi. Pelestarian ini berakar dari tindakan sehari-hari, seperti membiasakan penggunaan bahasa Sunda, mengonsumsi kuliner tradisional, dan mendukung kesenian daerah.” Tuturnya.(Agil).

Berita Terkait

Berikan Komentar