Pembangunan Jalan Trase Batutulis Baru 6 Persen, Dedie Rachim Dorong Pembebasan Lahan Tambahan

Mediabogor.co, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung progres pembangunan Jalan Trase Baru Batutulis sekaligus area Taman Leuweung Batutulis. Dalam peninjauan tersebut, Dedie menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap proses pembangunan agar hasil yang diperoleh tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga keselamatan dan estetika kawasan.

Menurut Dedie, pemerintah terus memantau perkembangan proyek sambil melakukan evaluasi terhadap berbagai langkah yang perlu diantisipasi selama proses pembangunan berlangsung.

“Kita sambil berjalan mengembangkan proses pembangunan, sambil kita evaluasi langkah-langkah yang harus diambil dan diantisipasi,” ujar Dedie kepada wartawan, Sabtu 13 Juni 2026.

Dalam tinjauannya, ia melihat perlunya penanganan teknis di bagian ujung jalur trase baru. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan warga apabila di kemudian hari diperlukan pembongkaran atau pekerjaan lanjutan di area tersebut.

“Saya melihat mungkin harus ada treatment teknis di ujung jalur trase baru. Sehingga nanti kalau misalnya ada pembongkaran, warga tetap harus aman,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dedie mengusulkan agar dilakukan pembebasan lahan tambahan di area ujung trase. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar lebar jalan tetap konsisten dan tidak menyempit pada bagian belakang.

“Makanya dari itu saya usulkan sekalian saja dibebaskan, agar nanti ujungnya lebarnya kurang lebih sama dengan yang di depan. Jadi jangan mengecil ke belakang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pembukaan lahan di bagian ujung trase memiliki lebar sekitar 12 meter. Namun, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di masa mendatang, diperlukan tambahan pembebasan lahan sekitar 5 hingga 10 meter.

“Di depan itu memang lahannya akan kita buat taman. Jadi ke belakang ini mungkin harus kita tambah sekitar 5 sampai 10 meter lagi sehingga aman. Nanti dihitung dulu,” jelasnya.

Dedie pun meminta Camat, Lurah, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk kembali melakukan perhitungan dan menyusun usulan teknis yang matang.

Menurutnya, pertimbangan utama dalam evaluasi tersebut adalah faktor keselamatan teknis. Selain itu, aspek estetika juga harus diperhatikan mengingat proyek ini dibangun dengan nilai investasi yang cukup besar.

“Pertimbangannya yang pertama adalah keselamatan teknis. Kemudian yang kedua tentu harus mempertimbangkan aspek estetika juga. Karena ini sudah dibangun dengan nilai yang cukup mahal. Kalau hanya menyisakan persoalan di kemudian hari tentu sayang. Lebih baik kita bereskan sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, terkait progres pembangunan Jalan Trase Baru Batutulis, Dedie menyebut pekerjaan saat ini baru mencapai sekitar 6 persen. Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proyek masih berada pada tahap awal pelaksanaan.

“Pembangunan jalan trase baru Batutulis baru 6 persen, jadi harus sabar,” ujarnya.

Ia juga bersyukur kondisi cuaca mulai mendukung pelaksanaan pekerjaan. Berkurangnya intensitas hujan diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan ke depan.

“Biasanya curah hujan tinggi, tapi kelihatannya sekarang kondisi cuaca cukup kondusif. Mudah-mudahan ke depan juga tetap kondusif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar