Kemah Budayawan Sauyunan 2026 Perkuat Sinergi Budaya dan Kamtibmas di HJB ke-544 Kota Bogor

Mediabogor.co, BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bogor (HJB) ke-544, Polresta Bogor Kota bersama para budayawan Sunda menggelar kegiatan bertajuk Kemah Budayawan Sauyunan 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara unsur budaya dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.

Mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan tersebut mengajak seluruh budayawan untuk berperan aktif dalam membangun “Sabuk Kamtibmas”, sebuah konsep penguatan keamanan berbasis budaya yang menempatkan budayawan sebagai mitra strategis dalam menciptakan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Pupuhu budayawan Sunda, Putra Sungkawa, mengatakan bahwa budayawan memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi, penengah konflik, sekaligus penjaga nilai-nilai toleransi yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

“Budayawan memiliki kedekatan dengan masyarakat dan akar budaya lokal. Melalui pendekatan budaya, pesan-pesan perdamaian dapat lebih mudah diterima, sehingga mampu mencegah potensi perpecahan serta meredam berbagai bentuk ketegangan sosial,” ujarnya.

Kegiatan Kemah Budayawan Sauyunan 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Lahir Nusatani ke-14. Pada kesempatan tersebut, Putra Sungkawa mengajak seluruh budayawan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus terus menjaga dan mengembangkan seni tradisi sebagai identitas bangsa.

Menurutnya, budaya dan lingkungan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, upaya pelestarian keduanya harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya Jaringan Galura Budayawan di Bumi Padjadjaran (JAGABAYA PADJADJARAN) yang terorganisir dan tersistem. Jaringan tersebut diharapkan menjadi wadah kolaboratif yang mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, keberadaan JAGABAYA PADJADJARAN juga diharapkan mampu memperkuat eksistensi budaya Sunda sebagai salah satu pilar pembangunan karakter bangsa. Para pini sepuh dan baris kolot yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap seni tradisi tetap terpelihara dan diwariskan kepada generasi penerus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta dari Mako Polresta Bogor Kota yang diiringi oleh Ki Lengser sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi Sunda. Acara kemudian dilanjutkan dengan beragam pertunjukan seni budaya, mulai dari pencak silat, tarawangsa, tari jaipong, hingga reog Bogor.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran Dalang Edan dari Karawang yang tampil sebagai bintang tamu dan menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.

Panitia bersama seluruh peserta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kemah Budayawan Sauyunan 2026. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin dalam rangkaian Hari Jadi Kota Bogor pada tahun-tahun mendatang.

Melalui kolaborasi antara budayawan, masyarakat, dan aparat keamanan, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi sosial yang berkelanjutan serta memperkuat semangat persatuan dalam menjaga ketenteraman dan kedamaian Kota Bogor.

Mengusung slogan “Ngarumat Budaya, Jaga Marwah Sunda Padjadjaran”, Kemah Budayawan Sauyunan 2026 menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang aman, harmonis, dan berkarakter.Naskah ini sudah disusun dengan format berita media online lengkap dengan lead, kutipan, dan penutup yang lebih mengalir.

Berita Terkait

Berikan Komentar