Korsleting Diduga Picu Kebakaran Gedung Refleksi di Jalan Pajajaran

Mediabogor.co, BOGOR – Sebuah gedung usaha refleksi yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Kamis pagi. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di lantai dua bangunan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.50 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor menerima laporan dari warga sekitar dan langsung mengerahkan personel serta armada ke lokasi kejadian.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 06.50 WIB.

“Ya, jadi tadi pagi kurang lebih jam 06.50 kita dapat laporan dari warga sekitar terkait kebakaran di lokasi bangunan ini,” ujar Teofilo.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, saat kejadian seorang karyawan sedang tidur di bangunan yang berada di seberang lokasi kebakaran. Saksi tidak mengetahui adanya api pada awal kejadian. Kobaran api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan sebuah dealer yang berada di sekitar lokasi dan langsung memberitahukan kepada karyawan setempat.

Api terlihat berasal dari lantai dua, tepatnya di ruang VVIP, dengan sumber api yang muncul dari atas plafon bangunan.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan enam unit armada pemadam dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Ciawi.

“Kita langsung menurunkan armada damkar dari beberapa pos. Saat ini sudah tertangani, tinggal proses pendinginan. Bagian yang mengalami kerusakan paling parah berada di lantai dua,” kata Teofilo.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting atau arus pendek listrik. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah saksi di lapangan yang sempat mencium bau kabel terbakar sebelum api membesar.

“Informasi dari saksi di lapangan, awalnya mereka mencium bau kabel. Kemungkinan dari korsleting atau arus pendek listrik,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar karena seluruh fasilitas usaha refleksi yang berada di lantai dua hangus terbakar. Petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian secara pasti.

Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala pasokan air karena beberapa hidran di sekitar lokasi tidak berfungsi optimal.

“Kesulitan kita terkait air karena memang ada beberapa hidran yang tidak dapat memancarkan air,” ungkap Teofilo.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit sejak laporan diterima. Sekitar pukul 07.30 WIB, kondisi kebakaran sudah terkendali dan petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Berita Terkait

Berikan Komentar