Warga Bogor Minta Praktik Mata Elang di Jalanan Ditertibkan

Mediabogor.co, BOGOR – Keberadaan Mata Elang (Matel) atau debt collector di jalanan kembali dikeluhkan warga Kota Bogor. Aksi penarikan paksa kendaraan bermotor di jalan dinilai semakin meresahkan dan membahayakan masyarakat.

Salah seorang warga Kota Bogor, Inggit, mengaku praktik penarikan kendaraan oleh oknum debt collector kerap menimbulkan persoalan, bahkan disertai intimidasi terhadap pemilik kendaraan.

“Keberadaan Mata Elang atau debt collector cukup meresahkan. Karena setiap penarikan kendaraan bermotor itu kerap menimbulkan masalah,” ujarnya, Jum’at 15 Mei 2026.

Menurut Inggit, meskipun pemilik kendaraan memiliki tunggakan cicilan, proses penagihan seharusnya dilakukan secara baik-baik dan tidak dengan cara menghadang di jalan.

“Kalau memang pemilik punya tunggakan atau angsuran telat, harusnya kan bisa dibicarakan baik-baik atau penagih datang ke rumah,” katanya.

Ia juga mengaku pernah mengalami langsung tindakan oknum debt collector yang menghadang kendaraan di jalan dengan jumlah banyak dan melakukan intimidasi.

“Saya mengalami hal serupa. Oknum debt collector itu datang atau menghadang di jalan dengan jumlah yang tidak sedikit. Apalagi ada intimidasi-intimidasi,” ungkapnya.

Inggit menilai tindakan penarikan paksa kendaraan di jalan dapat membahayakan keselamatan fisik maupun mental masyarakat, terlebih jika dilakukan secara arogan.

“Jika oknum debt collector tersebut menarik paksa kendaraan di jalan, itu bisa membahayakan fisik dan mental seseorang,” tegasnya.

Ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas terhadap oknum debt collector yang masih melakukan penarikan kendaraan secara paksa di jalanan.

“Saya berharap pihak aparat kepolisian bisa tegas menindak para oknum debt collector yang kerap mengambil paksa di jalan,” katanya.

Menurutnya, saat ini sudah ada aturan yang melarang penarikan kendaraan secara paksa di jalan. Namun, praktik tersebut masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Bogor.

“Sekarang kan enggak boleh debt collector atau Matel mengambil paksa di jalan. Tapi di beberapa titik masih ada saja Matel yang ngejar motor dan mengambil paksa di jalan,” ujarnya.

Ia berharap Kota Bogor tetap kondusif dan masyarakat merasa aman tanpa adanya aksi debt collector yang berkeliaran di jalanan.

“Intinya saya sebagai warga Kota Bogor ingin Kota Bogor ini kondusif, enggak ada Matel yang berkeliaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar