Gerbang Kota Bogor Kumuh, PKL di Jembatan Tol Wangun Ganggu Lalu Lintas

Mediabogor.co. ‎BOGOR – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar masih menjadi pemandangan umum di Kota Bogor. Bahkan, aktivitas tersebut kini meluas hingga ke jembatan tol di Jalan Raya Wangun yang berada di atas Tol Bocimi.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis 08 April 2026, lapak-lapak PKL tampak menjamur di sisi kiri dan kanan trotoar jembatan. Kondisi ini menimbulkan kesan kumuh sekaligus mengganggu fungsi utama trotoar sebagai jalur pejalan kaki.

‎Situasi semakin semrawut lantaran aktivitas pedagang meluber hingga ke badan jalan. Hal ini memicu kemacetan lalu lintas di kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor tersebut.

‎Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju, sementara sepeda motor milik pembeli yang parkir sembarangan semakin mempersempit ruang gerak.

‎Suara klakson kendaraan pun bersahutan, mulai dari angkutan kota hingga kendaraan pribadi yang saling berebut jalur di tengah kepadatan.

‎Tak hanya berdampak pada arus lalu lintas, keberadaan PKL juga mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman justru dipenuhi gerobak minuman, makanan siap saji, hingga berbagai dagangan lainnya.

‎Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan untuk melintas, meski berisiko terhadap keselamatan.
‎“Saya terpaksa lewat badan jalan karena trotoar penuh orang jualan,” ujar Tania, pelajar SMA yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

‎Ia mengaku kondisi ini sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir. Jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakannya dari kawasan Wangun menuju Ciawi, tempatnya bersekolah.

‎Keluhan serupa disampaikan Wildan, warga Kelurahan Sindangrasa, Kota Bogor. Menurutnya, penertiban PKL pernah dilakukan, namun tidak berlangsung lama.

‎“Trotoar tidak pernah sepi pedagang. Waktu itu pernah sekali ada penertiban, tetapi tidak lama mereka balik lagi,” katanya.

‎Wildan menambahkan, kondisi kemacetan semakin parah pada sore hingga malam hari. Selain aktivitas PKL, keluar masuk bus dari pool di sekitar jembatan serta perilaku pengendara yang melawan arah turut memperburuk situasi, terutama di sekitar perempatan Ciawi.

‎“Belum lagi kalau ada bus keluar masuk dari pool dekat jembatan, ditambah pemotor yang ambil lawan arah. Macetnya makin tidak terkendali,” ujarnya.

‎Ia berharap Pemerintah Kota Bogor dapat bertindak tegas dalam menertibkan PKL serta menata kawasan tersebut agar lebih rapi dan nyaman. Pasalnya, lokasi ini merupakan salah satu gerbang masuk Kota Bogor yang seharusnya mencerminkan wajah kota yang tertib dan indah.

‎“Kalau akses masuk saja sudah macet, semrawut, dan kumuh, wisatawan juga bisa malas datang ke Kota Bogor. Fasilitas publik itu dibangun bukan untuk jualan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar