
Anggota DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Tinjau Jembatan Amblas di Pamoyanan, Dorong Perbaikan Demi Pulihkan Akses Warga
Mediabogor.co, BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKB, Edi Kholki, bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) serta unsur Kelurahan Pamoyanan melakukan pengecekan langsung terhadap jembatan amblas di RT 02 RW 03, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan warga terkait amblasnya jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat pada hari Selasa, 31 Maret 2026 kemarin.
Edi Kholki menyampaikan bahwa laporan tersebut diterima sehari sebelumnya dan langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lokasi.
”Kemarin kita mendapatkan laporan dari warga terkait kejadian amblasnya jembatan ini. Saat kejadian juga sudah ditangani awal oleh Pemerintah Kota Bogor melalui BPBD. Hari ini kita cek langsung untuk melihat hasil asesmen di lapangan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 02 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sebagai anggota dewan, pihaknya menjalankan fungsi pengawasan serta menyampaikan aspirasi masyarakat. Sementara untuk penanganan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan dinas terkait.
”Secara teknis ada di dinas, tapi kita ingin memastikan kondisi di lapangan seperti apa. Harapannya jembatan ini bisa segera diperbaiki agar akses masyarakat kembali normal,” tambahnya.
Terkait anggaran, Edi menyebutkan bahwa perbaikan jembatan kemungkinan akan diusulkan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT), meskipun tetap harus menunggu hasil kajian teknis dan ketersediaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.
”Kita dorong agar bisa masuk ke BTT. Tapi tetap harus dihitung dulu kebutuhan anggarannya dan melihat ketersediaan anggaran yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen awal bersama tim teknis usai menerima informasi dari anggota DPRD.
”Kami bersama anggota DPRD, lurah, dan unsur wilayah sudah meninjau langsung lokasi. Dari informasi RW, penanganan darurat akan dibuat jembatan sementara menggunakan bambu,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan jembatan darurat tetap memperhatikan aspek keselamatan warga.
”Kami sarankan agar tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan, meskipun sifatnya sementara,” katanya.
Dalam waktu dekat, Disperumkim akan melakukan pengukuran ulang serta menyusun perencanaan anggaran untuk perbaikan permanen.
”Kami akan lakukan pengukuran dan penilaian teknis, kemudian mengusulkan anggaran melalui BTT kepada tim anggaran agar bisa direalisasikan tahun ini. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi sesuai hasil perhitungan tim,” pungkasnya.
Berikan Komentar