Komisi IV DPR RI Minta Menhut Tambah SDM Kehutanan, Ini Alasannya

Mediabogor.co, BOGOR- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menyebut, jumlah penyuluh kehutanan tidak sebanding dengan seluruh luas hutan di Indonesia.

Padahal, penyuluh berperan penting dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kehutanan yang memiliki misi dalam melestarikan hutan.

“Jumlah penyuluh tidak imbang, antara coverage area dengan jumlah yang ada, bayangkan 1 penyuluh harus mengcover 10 kecamatan,” ungkapnya usai melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Diklat Kehutanan, Rumpin, Selasa 31 Maret 2026

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kehutanan pada 2025 lalu, luas hutan Indonesia mencapai 95,5 juta hektare. Sementara jumlah penyuluh kehutanan baik dari yang berstatus ASN maupun swadaya hanya sekitar 10 ribu orang.

“Ini tentunya jumlah yang sama sekali tidak imbang, kita berharap ke depan penyuluh lebih banyak lagi, kita minta Kementerian Kehutanan untuk mempertimbangkan hal ini,” tegas Abdul Kharis.

Dalam kunjungannya, politisi PKS itu juga menerima keluhan dari para Kelompok Tani Hutan (KTH) yang membutuhkan lebih banyak pendampingan. Menurut Abdul Kharis, hal itu terjadi karena memang masih minimnya tenaga penyuluh kehutanan.

Selain itu ia juga mencatat, nilai tukar ekonomi dari aktivitas KTH di Jawa Barat mencapai Rp19 miliar. Banyak dari KTH yang membudidaya madu, jamur, dan komoditas lainnya selain melestarikan hutan.

“Saya kira ini potensi yang masih bisa dikembangkan lebih besar lagi. Dan maka akan sangat menjanjikan untuk kesejahteraan mereka, termasuk juga dukungan alat dan perawatan, dan pemasaran hasil dari para KTH,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan (BP2SDM), Indra Exploitasia Semiawan menyampaikan, bahwa pihaknya tengah memetakan wilayah hutan yang membutuhkan pendampingan dari para penyuluh.

“Sehingga nanti Kementerian Kehutanan mencoba memetakan sebenarnya berapa desa yang perlu pendampingan sehingga formasi penyuluh bisa seimbang,” Ujarnya

Lebih jauh Indra menekankan, pihaknya tidak hanya fokus pada kuantitas, namun juga kualitas SDM kehutanan. Bagaimana tidak sekadar membentuk KTH, namun juga bagaimana KTH bisa berdaya.

“Justru pendamping yang musti ditingkatkan jumlahnya sehingga kelompok ini bisa jadi berdaya. Itu juga untuk membuat suatu isu bahwa hutan lestari ketika masyarakat sejahtera,” (Sir)

Berita Terkait

Berikan Komentar