Kota Bogor Catat 1.318 Kasus Suspek Campak, Dinkes Genjot Imunisasi

Mediabogor.co. BOGOR – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengungkapkan bahwa penyakit campak atau morbili masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama anak-anak, di tengah peningkatan kasus yang terjadi secara nasional maupun regional.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejalanya ditandai dengan demam, munculnya bercak merah yang biasanya diawali dari belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta disertai batuk, pilek, dan mata merah atau berair.

Penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia, diare, gizi buruk, hingga kematian, khususnya pada balita dan individu yang belum mendapatkan imunisasi.

Secara nasional, hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun dan menurun menjadi 177 kasus pada minggu ke-11, seiring pelaksanaan berbagai intervensi seperti Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) campak/MR.

Kelompok usia paling terdampak adalah anak usia 1–4 tahun dengan proporsi 43 persen, disusul usia 5–9 tahun sebesar 26 persen. Hal ini menunjukkan bahwa balita dan anak usia sekolah dasar masih menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan campak.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, tren peningkatan juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, dengan 3.414 kasus suspek pada 2024 dan meningkat menjadi 7.684 kasus pada 2025. Hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sekitar 3.442 kasus suspek campak.
Sementara itu, di Kota Bogor, dalam periode 26 Januari hingga 22 Maret 2026, tercatat 1.318 kasus suspek campak dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Sebanyak 75 persen laporan berasal dari rumah sakit dan 25 persen dari puskesmas. Dari total tersebut, 61 persen merupakan warga Kota Bogor, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Bogor dan luar wilayah.

Secara wilayah, kasus tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Bogor Barat dengan 293 kasus, diikuti Tanah Sareal (167 kasus) dan Bogor Selatan (141 kasus). Adapun wilayah Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Tengah mencatat jumlah kasus lebih rendah namun tetap menjadi perhatian.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan memperkuat sistem surveilans dan deteksi dini di seluruh puskesmas dan rumah sakit, termasuk pelaporan cepat, penyelidikan epidemiologi, serta pelacakan kasus di lapangan.

Selain itu, pelaksanaan Catch-Up Campaign (CUC) campak/MR terus digencarkan dengan hasil capaian melampaui target. Lebih dari 2.300 anak telah mendapatkan imunisasi dari target awal sekitar 2.251 anak, melalui layanan di puskesmas, posyandu, hingga kegiatan sweeping dari rumah ke rumah.
Di fasilitas rujukan, rumah sakit juga memperketat triase dini, menyiapkan ruang isolasi sesuai standar, serta memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan. Pengawasan juga diperkuat melalui tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan unit keselamatan pasien.

Erna menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan dan dapat menyerang semua kelompok umur, termasuk remaja dan orang dewasa yang belum memiliki kekebalan. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

“Imunisasi adalah kunci utama pencegahan. Dengan imunisasi lengkap, kita tidak hanya melindungi anak, tetapi juga lingkungan sekitar dari penularan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Masyarakat diimbau untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi campak/MR sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam dan ruam merah.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan 119 untuk mendapatkan penanganan cepat.

Dengan upaya imunisasi yang masif, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan yang cepat, Pemerintah Kota Bogor optimistis dapat menekan risiko komplikasi dan kematian akibat campak.

Berita Terkait

Berikan Komentar