
Longsor Tewaskan Warga Bondongan, Pemkot Bogor Tanggung Biaya dan Siapkan Hunian Sementara
Mediabogor.co, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, meninjau langsung lokasi longsor Tembok Penahan Tanah (TPT) yang menewaskan seorang perempuan berusia 55 tahun di Kampung Jerokuta Kaum, RT 05 RW 16, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (29/1/2026).
Usai meninjau lokasi kejadian, Jenal Mutaqin bersama jajaran Pemkot Bogor juga bertakziah ke Masjid Jami Al Falah, tempat jenazah korban disemayamkan sementara. Dalam kesempatan tersebut, Jenal memastikan seluruh kebutuhan korban dan keluarga akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor.
“Kami tadi juga sempat ke rumah sakit untuk memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pengurusan jenazah sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui BPJS,” ujar Jenal kepada wartawan, Kamis malam.
Melihat kondisi cuaca yang masih ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana susulan, Pemkot Bogor mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan warga yang tinggal di zona rawan untuk segera mengungsi.
“Bagi rumah-rumah yang kondisinya mengkhawatirkan atau menggantung akibat abrasi tanah di beberapa titik, kami arahkan untuk segera pindah. Warga bisa mencari kontrakan sementara dan biayanya akan ditanggung oleh APBD melalui skema hunian sementara,” jelasnya.
Selain kejadian di Bondongan, Jenal mengungkapkan bahwa laporan bencana juga masuk dari sejumlah wilayah lain di Kota Bogor. Salah satunya adalah kerusakan akses jalan di kawasan Kedung Badak menuju Cilebut.
“Saat ini sedang dilakukan pemetaan apakah jalur tersebut masih bisa dilalui secara terbatas atau harus ditutup total demi keselamatan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Jenal menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana yang bersifat permanen. Ia menyebutkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke depan, Pemkot Bogor akan melakukan pemetaan ulang secara menyeluruh terhadap wilayah rawan bencana.
“Visi kami ke depan adalah merelokasi rumah-rumah warga yang berada di garis sempadan sungai dan tebing rawan longsor. Target utamanya memindahkan mereka ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) seperti di Cibuluh dan Menteng, agar tidak ada lagi korban jiwa akibat bencana serupa,” tegasnya.
Jenal juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Ia meminta warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng tebing untuk segera mengevakuasi diri secara mandiri apabila muncul tanda-tanda alam yang membahayakan.
Berikan Komentar